Tetap Bugar, Ini Tips Olahraga Saat Puasa
- 22 Feb 2026 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Berolahraga saat bulan puasa kerap dianggap berat sehingga banyak orang memilih untuk tidak melakukannya. Rasa lemas, pola tidur yang berubah, serta asupan cairan yang terbatas sering menjadi alasan utama.
Padahal, dengan pengaturan waktu dan pemilihan jenis olahraga yang tepat, aktivitas fisik tetap bisa dilakukan dengan aman. Puasa bukan berarti tubuh harus berhenti bergerak sepenuhnya.
Melewatkan olahraga selama seminggu saja bisa membuat badan terasa pegal dan kurang nyaman. Karena itu, penting untuk tetap aktif meski perlu penyesuaian dari sisi jenis, durasi, dan intensitas latihan.
Waktu Ideal Olahraga Saat Puasa
Ada dua waktu ideal untuk berolahraga saat menjalankan ibadah puasa. Waktu tersebut adalah sebelum sahur atau menjelang berbuka puasa.
Olahraga sebelum sahur dinilai dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Dengan catatan, kebutuhan tidur tetap tercukupi agar tubuh tidak mudah lelah sepanjang hari.
Sementara itu, berolahraga menjelang berbuka atau sebelum tarawih juga bisa menjadi pilihan. Namun, hindari langsung berolahraga setelah makan dan beri jeda sekitar dua jam agar pencernaan tidak terganggu.
Jenis Olahraga yang Disarankan saat Berpuasa
Selain waktu, jenis dan intensitas olahraga juga perlu disesuaikan selama berpuasa. Jika biasanya melakukan latihan berat dalam durasi lama, sebaiknya kurangi intensitasnya untuk sementara.
Durasi olahraga yang biasanya 60 menit bisa dipangkas menjadi sekitar 30 hingga 45 menit. Latihan ringan dengan tempo stabil lebih dianjurkan agar tubuh tidak cepat kehilangan cairan.
Baik cardio maupun resistance training tetap bisa dilakukan saat puasa. Untuk latihan cardio seperti lari, lompat tali, atau jumping jack, lakukan dengan ritme lebih santai namun konsisten.
Untuk resistance training, disarankan memulai dengan latihan yang menargetkan otot tubuh bagian atas terlebih dahulu. Hal ini bertujuan meminimalkan risiko penurunan tekanan darah selama atau setelah latihan.
Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki atau bersepeda santai di sekitar rumah juga termasuk olahraga. Kegiatan ini bisa menjadi pilihan sambil menunggu waktu berbuka.
Latihan kekuatan tidak harus selalu menggunakan alat seperti dumbbell atau resistance band. Gerakan dengan beban tubuh sendiri seperti plank, side plank, push up, dan pull up sudah cukup efektif.
Jangan lupa melakukan pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelahnya. Kedua tahap ini penting untuk mencegah cedera dan membantu pemulihan tubuh.
Tidak perlu memaksakan diri untuk berolahraga setiap hari selama puasa. Cukup lakukan sekitar tiga hingga lima kali dalam seminggu sesuai kondisi tubuh.
Dengan strategi yang tepat, puasa bukan menjadi alasan untuk berhenti bergerak. Pilih waktu dan jenis olahraga yang paling sesuai agar tubuh tetap bugar sepanjang Ramadan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....