Niat Puasa Qadha? Ini Penjelasan dan Caranya!

  • 08 Jan 2026 12:36 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep : Menjelang Ramadhan yang semakin dekat, tentu saja bagi mereka yang memiliki hutang puasa pada Ramadhan tahun sebelumnya akan berbondong-bondong untuk membayar hutang tersebut. Inilah yang disebut dengan puasa qadha. Hutang atau kewajiban melakukan puasa qadha dilakukan oleh mereka yang tidak bisa berpuasa pada bulan Ramadhan karena alasan tertentu seperti sakit, haid, nifas, atau alasan lainnya yang dibenarkan oleh syariat Islam.

Salah satu hal penting dalam membayar hutang puasa atau puasa qadha adalah niat. Niat merupakan syarat sah bagi setiap ibadah dalam Islam, termasuk puasa. Niat puasa qadha dilakukan pada malam hari sebelum memasuki waktu fajar. Hal ini sesuai dengan hadis yang menyatakan bahwa niat puasa harus dilakukan pada malam hari untuk membedakan puasa sunnah dan puasa wajib. Niat tidak harus diucapkan dengan lisan, karena niat adalah sesuatu yang ada dalam hati.

Inilah niat puasa qadha yang sering digunakan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

Puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Jika seseorang batal atau tidak berpuasa karena alasan apapun, ia tetap diwajibkan untuk mengganti puasa yang terlewat di hari lain.

Puasa qadha harus dilakukan sebelum bulan Ramadhan berikutnya tiba. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa puasa qadha harus dilaksanakan sesegera mungkin.Setiap muslim diharapkan melaksanakan puasa qadha sesuai dengan ajaran Islam untuk menunaikan kewajiban yang ditinggalkan, dan disarankan untuk melaksanakannya segera setelah memungkinkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....