PYC Perkuat Kerangka Pembiayaan Iklim Melalui Riset

  • 22 Agt 2025 16:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) bersama University of Waterloo dalam meluncurkan Center of Excellence for Climate Finance Policy Research, Education, and Training (RECLICKS). Peluncuran ini untuk memperkuat kerangka kebijakan pembiayaan iklim di Indonesia, khususnya di sektor energi.

Ketua Umum PYC, Filda Citra Yusgiantoro mengatakan, kolaborasi PYC-University of Waterloo bertujuan memberikan rekomendasi kepada pemerintah melalui kajian mengenai strategi pembiayaan iklim. Khususnya dalam mempercepat transisi energi hijau dan mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia.

“RECLICKS menjadi sarana kolaborasi PYC-University of Waterloo FINCAPES Project untuk mengkaji tentang sejauh mana keberlangsungan transisi energi di Indonesia. Kemudian, memperkuat kapasitas kelembagaan dan masyarakat terkait pembiayaan iklim,” kata Filda pada peluncuran RECLICKS, di Jakarta, Jumat (22/8/2025),

Menurutnya, kerja sama dengan University of Waterloo itu berada dalam FINCAPES Project yang didanai Pemerintah Kanada. Melalui kerja sama itu, Filda berharap, adanya pertukaran ilmu dan informasi antara Indonesia dengan Kanada ihwal transisi energi.

Terlebih, lanjut dia, terdapat kesamaan antara Indonesia dengan Kanada. Ia mencontohkan, seperti banyaknya sumber energi fosil dan ambisi mengurangi emisi karbon dari sektor energi.

“Jadi ini kami harapkan ada transfer knowledge yang berarti antara Indonesia dengan Kanada. Tentunya, melalui institusi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Project Director FINCAPES, Bill Duggan mengatakan, respons yang efektif dan berkelanjutan terhadap emisi karbon sangat penting. Khususnya bagi komunitas rentan yang ada di Indonesia maupun global.

“FINCAPES bersama PYC mendukung Indonesia beralih ke ekonomi rendah karbon. Sehingga menjadi lebih berkelanjutan,” kata Duggan.

Pada kesempatan itu, Duta Besar Kanada untuk Republik Indonesia, Jess Dutton mengatakan, kolaborasi ini sebagai langkah penting untuk menghadapi isu krisis iklim yang menjadi isu global saat ini. “Kanada bangga mendukung RECLICKS,” kata Dubes Jess Dutton.

Ia mengatakan, peluncuran RECLICKS merupakan langkah berani dalam memperkuat kebijakan pendanaan iklim berbasis bukti. Hal ini juga mencerminkan semakin eratnya kemitraan Kanada dan Indonesia, dalam mengatasi krisis iklim global.

“Kami yakin RECLICKS akan membantu membuka pembiayaan berkelanjutan, mengurangi risiko investasi, dan menciptakan kondisi yang tepat. Utamanya, bagi perkembangan teknologi rendah karbon,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, diadakan sesi “CLICKS (Climate Changes Knowledge Sharing) Talk” bersama Jeffrey Wilson, Associate Professor of University of Waterloo, sebagai pemateri. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi oleh 10 besar finalis Call for Paper Competition yang sudah melewati berbagai tahap proses seleksi sejak Januari 2025.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....