Menteri PKP: KUR Perumahan Memperkuat Ekonomi Keluarga
- 04 Agt 2026 14:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan KUR Perumahan menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi keluarga
- Pemerintah menaikkan plafon KUR Perumahan dari Rp36 miliar menjadi Rp50 miliar berkat kinerja penyaluran BRI
- Hingga 3 Agustus 2026, BRI menyalurkan KUR Perumahan senilai Rp410 miliar kepada 1.621 debitur
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan memperkuat ekonomi keluarga. Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu masyarakat memiliki rumah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Ia menyebut, keberhasilan pemerintah ditandai berkurangnya penerima bantuan sosial karena meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan saat meninjau penerima manfaat KUR Perumahan bersama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Surabaya, Senin, 3 Agustus 2026.
Maruarar mengapresiasi BRI sebagai bank dengan penyaluran KUR Perumahan tertinggi di Indonesia. Menurut Menteri PKP ini capaian tersebut mendorong pemerintah meningkatkan plafon KUR Perumahan dari Rp36 miliar menjadi Rp50 miliar.
"Dari seluruh program tersebut, hanya KUR Perumahan yang plafonnya ditingkatkan dari Rp36 miliar menjadi Rp50 miliar. Ini tidak mungkin terjadi tanpa kerja keras BRI, atas nama negara dan pemerintah, saya mengucapkan terima kasih kepada BRI," ujar menteri yang akrab dipanggil Ara tersebut dalam keterangan tertulis, Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia berharap keberhasilan tersebut diikuti pemberian penghargaan kepada tim penyalur KUR Perumahan yang berprestasi. Menurutnya, apresiasi akan mendorong perluasan akses pembiayaan bagi lebih banyak masyarakat.
Ara juga menegaskan pinjaman KUR UMKM di bawah Rp100 juta tidak mensyaratkan jaminan. Kebijakan tersebut, lanjutnya, bertujuan mempermudah masyarakat memperoleh pembiayaan formal yang cepat, mudah, dan terjangkau.
"Pinjaman UMKM di bawah Rp100 juta tidak boleh meminta jaminan. Kalau masih ada yang meminta jaminan, laporkan kepada saya," katanya.
Sementara itu, Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan Program KUR Perumahan memperkuat penyediaan hunian melalui kolaborasi berbagai pihak. Aris mengungkapkan, hingga 3 Agustus 2026, BRI membukukan closing penyaluran KUR Perumahan sebesar Rp410 miliar kepada 1.621 debitur.
Untuk realisasi penyaluran KUR Perumahan, hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp11,02 triliun atau sekitar 92 persen. Nilai tersebut berasal dari target penyaluran KUR Perumahan tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.
"Capaian tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap Program KUR Perumahan. BRI akan terus mendukung program pemerintah agar semakin banyak masyarakat memperoleh pembiayaan yang mudah, cepat, dan terjangkau," kata Aris.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....