Segara Anakan Jadi Spot Baru Sport Tourism di Jawa tengah
- 28 Jul 2026 15:58 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Kawasan Segara Anakan di Kabupaten Cilacap menjadi salah satu destinasi wisata yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Tidak hanya menyuguhkan keindahan hutan mangrove dan panorama laguna yang memukau, kawasan ini juga menghadirkan konsep sport tourism yang memadukan wisata alam, olahraga, dan edukasi lingkungan. Hal tersebut dibahas dalam program SPADA Selamat Pagi Pro 2 Purwokerto, Minggu (26/7/2026) bersama Winner Mas dan Mbak Cilacap 2026, Bima Ade Prasetyo dan Alula De Gusti, yang berbagi pengalaman mengenai potensi wisata Segara Anakan.
Salah satu daya Tarik utama pada kawasan tersebut adalah wisata susur mangrove di kawasan Demangkarta, yang berada di Segara Anakan. Di tempat tersebut pengunjung dapat menyusuri sungai menggunakan perahu milik masyarakat sembari menikmati keindahan ekosistem mangrove yang masih terjaga.
"Di sini pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai ekosistem mangrove dan pentingnya menjaga lingkungan," ungkapnya.
Bima menyebut bahwa Segara Anakan merupakan laguna yang terbentuk dari pertemuan beberapa sungai besar di wilayah Cilacap. Selain indah dari sisi panorama alam, kawasan ini juga memperlihatkan kehidupan masyarakat pesisir yang Sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan petani.
Salah satu aktivitas favorit yang dilakukan oleh pengunjung adalah stand up paddle board, olahraga air yang dapat dinikmati sembari menyusur kawasan mangrove. Paket wisata ini telah dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan, instruktur, dokumentasi, hingga asuransi sehingga aman bagi pemula. Selain paddle board, wisatawan juga dapat mencoba aktivitas lain seperti kano, memancing, hingga mengikuti kegiatan penanaman mangrove yang rutin dilakukan bersama komunitas maupun institusi pendidikan.
Kegiatan penanaman mangrove menjadi salah satu bentuk kontribusi wisatawan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pengunjung dapat melakukan reservasi terlebih dahulu apabila ingin mengikuti kegiatan tersebut.
Dengan semakin ramainya kawasan wisata tersebut, menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar. Terdapat berbagai macam UMKM yang menjajakan kuliner khas Cilacap, seperti berkecek patak jahan, olahan kepala ikan dengan bumbu khas, serta mendoan yang menjadi oleh-oleh favorit wisatawan. Selain oleh-oleh kuliner wisatawan juga dapat menemukan beragam kerajinan tangan dengan berbahan dasar kerrang, seperti gantungan kunci, figura, hingga hiasan rumah yang diproduksi masyarakat setempat, benda-benda tersebut bisa dibawa sebagai cenderamata ketika pulang dari kawasan wisata.
Dalam pengelolaannya, kawasan wisata ini menerapkan sistem reservasi untuk menghindari overtourism sekaligus menjaga kelestarian ekosistem mangrove agar tetap terawat.
Sebagai Duta Wisata Kabupaten Cilacap, Bima dan Alula berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang ikut mempromosikan sekaligus menjaga kelestarian Segara Anakan melalui media sosial maupun aksi nyata di lapangan. Mereka juga mengajak wisatawan untuk menikmati keindahan alam secara bertanggung jawab dengan tetap menjaga kebersihan dan mengikuti aturan yang berlaku di kawasan wisata. (Safira)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....