Parade Hujan Warnai Romantisme Festival Gunung Slamet 2026
- 06 Jul 2026 12:04 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga - Kabut tipis menyelimuti lereng Gunung Slamet saat Parade Hujan tampil dalam panggung Akustik Kabut Lembut di kompleks D'Las Serang, Kecamatan Karangreja, Sabtu (4/7/2026) malam. Petikan gitar dan suara Is, vokalis band yang sebelumnya dikenal sebagai Payung Teduh, berpadu dengan dinginnya udara pegunungan dan permainan lampu panggung menciptakan suasana romantis.
Parade Hujan membuka penampilannya melalui lagu Kucari Kamu yang langsung disambut sorak dan koor ribuan penonton. Is dan kawan-kawan kemudian membawa penonton bernostalgia lewat APH, Berdua Saja, Di Atas Meja, Datang, hingga Selalu Muda.
Suasana semakin syahdu ketika Resah, Menuju Senja, dan Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan mengalun di tengah kabut kaki Gunung Slamet. Penampilan Parade Hujan ditutup dengan lagu Akad yang dinyanyikan serempak oleh ribuan penonton.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan, masuknya Festival Gunung Slamet (FGS) dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) menjadi pengakuan terhadap kualitas festival yang konsisten mengangkat budaya, alam, dan partisipasi masyarakat. Menurutnya, penyelenggaraan FGS juga memberikan dampak ekonomi bagi warga di kawasan lereng Gunung Slamet.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan seluruh pihak yang telah mendukung. Festival Gunung Slamet setiap tahun memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat," kata Fahmi.
Fahmi menjelaskan, keberhasilan FGS akan menjadi pijakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk mengembangkan kawasan wisata terpadu di Desa Serang, Kutabawa, dan Siwarak mulai 2027. Tiga desa tersebut diproyeksikan menjadi kawasan one stop tourism destination pertama di Kabupaten Purbalingga.
"Harapannya ketika wisatawan datang dari luar kota bahkan luar provinsi untuk berlibur dua sampai tiga hari, semuanya sudah tersedia di tiga desa tersebut. Mulai dari destinasi wisata, penginapan, kuliner, hingga aktivitas yang bisa dinikmati wisatawan," ujarnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara III Kementerian Pariwisata RI Indera Dewantho menilai, Festival Gunung Slamet memiliki kekuatan pada keterpaduan budaya, alam, dan partisipasi masyarakat. Kekuatan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun desa wisata berbasis komunitas.
"Festival ini bukan sekadar ruang ekspresi budaya, tetapi juga instrumen pemberdayaan masyarakat yang membuka peluang usaha, meningkatkan perputaran ekonomi, memperluas promosi produk lokal, serta memperkuat citra pariwisata berbasis desa dan alam," kata Indera.
Masuknya Festival Gunung Slamet dalam Kharisma Event Nusantara selama tiga tahun berturut-turut mempertegas posisinya sebagai salah satu agenda wisata unggulan nasional. Festival Gunung Slamet ke-9 yang berlangsung 3-5 Juli 2026 sekaligus menjadi ruang promosi potensi lereng Gunung Slamet melalui perpaduan pertunjukan seni, budaya, alam, dan keterlibatan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....