Pentingnya Penguasaan Bahasa Asing di Era Globalisasi
- 06 Jun 2024 14:32 WIB
- Purwokerto
KBRN Banyumas: Belajar di jurusan Hubungan Internasional (HI) memberikan berbagai manfaat dan wawasan yang luas. Salah satu mahasiswi HI di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Felicia Ruth Evelyn, berbagi pengalamannya tentang betapa pentingnya menguasai bahasa asing, terutama bagi mahasiswa di era globalisasi saat ini.
Sebagai mahasiswa Hubungan Internasional Felicia harus terbiasa dengan beberapa bahasa asing. Oleh karena itu pihak Fakultas mewajibkan mahasiswanya untuk memahami bahasa asing yang sudah di tetapkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
"Karena kami mahasiswa HI, kami merujuknya ke PBB, dan di PBB itu ada enam bahasa yang diresmikan untuk menjadi bahasa resmi yang dipergunakan di forum PBB," ucapnya kepada RRI Purwokerto, Kamis (6/6/2024).
Mahasiswa HI diwajibkan untuk mengambil mata kuliah salah satu dari enam bahasa resmi di forum tersebut, antara lain Bahasa Inggris, Perancis, Mandarin, Rusia, dan Spanyol. Felicia sendiri saat ini menguasai bahasa Inggris, tetapi ia memiliki minat yang kuat untuk belajar bahasa Perancis dan Mandarin yang sudah ia pelajari di dalam dan di luar perkuliahan
"Menurut saya, bahasa Mandarin itu paling susah karena bahasa Mandarin tidak punya alfabet yang pasti," ujarnya.
Untuk mengatasi kesulitan tersebut, Felicia memiliki strategi khusus. Felicia mengadopsi pendekatan belajar yang intensif dan sering berkonsultasi dengan dosen atau teman ketika menemui masalah yang tidak bisa diselesaikannya sendiri tambahnya.
Menurutnya, bahasa asing untuk pelajar dan mahasiswa sangat penting karena saat ini sudah memasuki era globalisasi yang mana sangat melekat dengan kehidupan masyarakat. Di era globalisasi ini, masyarakat, khususnya kalangan pelajar/mahasiswa dituntut untuk bisa bersosialisasi dengan orang orang di dalam dan luar negeri. Selain itu, kemampuan berbahasa asing juga sering menjadi syarat dalam dunia kerja.
"Dalam hal ini, bahasa asing adalah salah satu hal yang perlu kita kuasai karena kita sudah sering menjumpai syarat mendaftar kerja yang salah satunya TOEFL atau IELTS dan kadang memerlukan kemampuan bahasa asing," tutur mahasiswi asal Kebumen itu.
Di masa yang akan datang ketika sudah lulus dari bangku perkuliahan, Felicia sendiri memiliki cita-cita untuk bekerja di kedutaan besar Amerika Serikat. Ia berpesan kepada rekan-rekannya untuk giat mempelajari bahasa asing.
"Jangan ragu untuk belajar bahasa asing dan jangan takut salah. Yang penting kita sadar saat kita salah dan kita memperbaiki kesalahan tersebut. Kalau kita ragu, kita akan memperhambat diri kita untuk bisa berkembang lebih baik,” kata Felicia. (FR/Fawwaz).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....