Siswa SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara Belajar Membuat Batik Shibori
- 07 Okt 2026 14:11 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara - Murid-murid SMAN 1 Sigaluh tampak sibuk melipat gulungan kain mori putih. Setelah dilipat, kesibukan mereka berubah menjadi mengikat dengan tali karet dan juga tali rafia. Sesudahnya mereka mencelup kain-kain tersebut dengan pewarna sintetis Remasol.
Usai diwarnai, kain tersebut dikeringkan di tembok kelas, lantai maupun tali jemuran yang dibuat dari rafia. Hal itu merupakan gambaran dari praktik Kokurikuler batik Shibori yang digelar Rabu, 7 Oktober 2026.
Instruktur kegiatan dari Rapakem Handcraft Gumiwang Yuli Sadarmi mengungkapkan kreasi batik Shibori lebih simpel dan mudah pembuatannya serta membebaskan anak untuk berkreasi sebebas mungkin.
"Pakemnya hanya pola arkodion. Adapun mewarnainya, sesuai selera anak. Biasanya makin berani bereksperimen, hasilnya akan lebih baik. Keunggulan batik ini lebih berpola sehingga anak tidak perlu takut melakukan kesalahan pewarnaan," jelas Yuli.
Berbeda dengan batik tulis dan cap, tambah Yuli, batik Shibori hanya mengandalkan lipatan dan tali sebagai kunci pewarnaan.
"Kalau batik tulis dan cap kan harus memakai malam, prosesnya juga lama setelah membuat pola. Namun dari segi harga, karena Shibori lebih simpel pembuatannya maka juga lebih murah," ujar Yuli.
Salah satu murid SMAN 1 Sigaluh Muhamad Ahyal mengaku ini pengalaman pertamanya membuat batik Shibori.
"Kita diajari melipat kain, mencelup dengan segitiga, mengeringkan. Ternyata cukup repot juga. Tapi melihat hasilnya kita puas," ujar Ahyal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....