18 Siswa SD di Banjarnegara Diduga Keracunan usai Santap MBG
- 29 Sep 2026 10:24 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara – Sebanyak 18 siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin (28/9/2026).
Para siswa mengalami sejumlah keluhan, mulai dari mual, pusing, muntah hingga sakit perut setelah menyantap menu MBG yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Kalimandi.
Camat Purwareja Klampok sekaligus Satgas MBG Kecamatan Purwareja Klampok, Susanto, membenarkan kejadian tersebut.
Menurut dia, seluruh siswa yang mengalami keluhan telah diperiksa oleh dokter dan perawat di Puskesmas Klampok I. Kondisi mereka kini berangsur membaik dan tidak ada yang harus menjalani perawatan di puskesmas maupun rumah sakit.
"Sebanyak 18 siswa mengalami mual setelah diduga mengonsumsi MBG. Alhamdulillah, hasil pemeriksaan dokter dan perawat di Puskesmas Klampok I menunjukkan kondisi mereka semakin membaik," kata Susanto.
Menu MBG yang dibagikan kepada siswa pada hari itu terdiri dari nasi putih, sempol ayam, urap kacang, kacang goreng, dan buah jeruk.
Sejumlah siswa mulai mengeluhkan pusing, mual, muntah, hingga sakit perut setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Namun, penyebab pasti munculnya keluhan tersebut hingga kini belum diketahui.
Susanto membantah informasi yang beredar di masyarakat bahwa makanan dalam program MBG tersebut dicuci menggunakan cairan pembersih atau cairan pel.
"Yang jelas, tidak ada pencucian makanan menggunakan cairan pel. Dugaan itu tidak benar dan masih menunggu hasil penelusuran lebih lanjut," ujar dia.
Informasi sementara yang diterima pihak kecamatan menyebutkan, aroma tidak sedap diduga berasal dari sempol ayam.
Kepala SPPG Desa Kalimandi, Muhammad Jairin, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap makanan yang diproduksi.
Menurut dia, aroma menyengat diduga berasal dari stik kayu yang digunakan untuk menu sempol ayam.
"Setelah kami cek, baunya memang berasal dari stik es. Diduga masih ada aroma cetakan kayu pinus karena ada sebagian stik yang lolos saat proses produksi," kata Jairin.
Jairin menjelaskan, pada hari tersebut SPPG Desa Kalimandi menyiapkan sebanyak 3.006 porsi MBG.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.968 porsi telah didistribusikan kepada penerima manfaat. Sementara itu, 1.038 porsi yang diperuntukkan bagi siswa SMP dan SMK dihentikan sebelum dibagikan.
Langkah tersebut dilakukan setelah pihak SPPG menerima laporan adanya siswa yang mengalami keluhan kesehatan.
"Begitu menerima laporan, kami langsung menghentikan distribusi tahap kedua dan menarik seluruh makanan yang belum sempat dikonsumsi siswa sebagai langkah antisipasi agar tidak ada kejadian serupa," ujar Jairin.
Seluruh sampel makanan juga telah diamankan dan dikirim untuk menjalani uji laboratorium.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat memastikan penyebab munculnya keluhan pada 18 siswa tersebut.
"Saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium," kata Jairin. (jkw)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....