Harga Cabai di Ajibarang Fluktuatif, Pembeli Sesuaikan Kebutuhan Belanja
- 06 Okt 2026 15:44 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Harga berbagai jenis cabai di Pasar Induk Ajibarang Kabupaten Banyumas, mengalami perubahan pada awal Oktober. Cabai rawit merah dan cabai merah keriting mengalami kenaikan, sementara cabai rawit putih justru mengalami penurunan.
Pedagang cabai di Pasar Induk Ajibarang, Apianti, mengatakan harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp 70.000 per kilogram. Sementara cabai rawit hijau sekitar Rp 30.000 per kilogram, cabai rawit putih Rp 28.000 per kilogram, dan cabai merah panjang atau keriting mencapai sekitar Rp 52.000 per kilogram.
Kenaikan paling terlihat pada cabai merah panjang atau keriting. Harga jenis cabai tersebut sebelumnya berada di kisaran Rp 30.000 per kilogram, sedangkan saat ini telah mencapai Rp 52.000 per kilogram.
Perubahan harga tidak terjadi pada seluruh jenis cabai. Apianti menyebut harga rawit putih justru mengalami penurunan, sedangkan rawit merah dan cabai merah mengalami kenaikan.
“Ya ada yang naik, ada yang turun. Kalau rawit putih ini turun. Kalau cabai merah panjang itu naik, rawit merah juga naik. Kemarin cabai merah panjang Rp 30.000 sekarang Rp 52.000 per kilogram,” ujar Apianti.
Menurut Apianti, perubahan harga cabai berkaitan dengan jumlah barang yang tersedia di pasaran. Sebagian cabai yang dijualnya berasal dari Jawa Timur, sementara jumlah pasokan yang datang tidak selalu sama.
Ketika pasokan cabai yang tersedia sedikit, harga cenderung mengalami kenaikan. Sebaliknya, saat jumlah barang lebih banyak, harga dapat kembali turun sehingga pergerakannya masih bergantung pada kondisi ketersediaan cabai di pasaran.
Apianti mengatakan harga cabai dalam waktu dekat masih sulit dipastikan. Menurutnya, harga bisa kembali naik maupun turun tergantung jumlah cabai yang tersedia di pasaran.
Perubahan harga tersebut mulai dirasakan oleh pembeli di Pasar Induk Ajibarang. Salah seorang pembeli, Zidna Aulia, mengatakan dirinya mengurangi jumlah cabai yang dibeli karena harga yang lebih mahal dibandingkan biasanya.
“Biasanya paling setengah kilo, sekarang beli seperempat dulu, mahal soalnya,” kata Zidna.
Zidna juga mengurangi penggunaan cabai dalam memasak. Jika sebelumnya menggunakan lebih banyak cabai, kini jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga, sehingga pembelian tetap dilakukan meski dalam jumlah lebih sedikit. (Fatimatuzzahro)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....