Balai POM Uji Jajanan Sekolah di SDN 2 Sokaraja Kulon
- 06 Okt 2026 09:49 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Kesadaran memilih pangan yang aman dan sehat perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Hal itu dilakukan Balai POM Banyumas melalui Program Pangan Jajanan Anak Sekolah atau PJAS di SDN 2 Sokaraja Kulon, Kabupaten Banyumas, Selasa-Rabu (6-7/10/2026).
Program tersebut tidak hanya diisi dengan edukasi keamanan pangan, tetapi juga pemeriksaan jajanan sekolah, sosialisasi kepada siswa dan orang tua, hingga berbagai kegiatan yang mendorong anak mengenal pangan sehat dan perilaku hidup bersih dan sehat.
Pengawas Makanan Balai POM Banyumas, Tri Wandiro, mengatakan SDN 2 Sokaraja Kulon menjadi lokus intervensi Program PJAS Balai POM Banyumas tahun 2026. Pendampingan telah dilakukan sejak awal tahun, mulai dari edukasi komunitas sekolah dan orang tua, pembinaan siswa, hingga pengelolaan kantin dan makanan yang dijual di lingkungan sekolah.
“Harapannya anak-anak sejak dini bisa mengenal, memahami dan mengetahui keamanan pangan, bagaimana memilih makanan yang aman dan sehat, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.
Menurut Tri, keamanan pangan penting diperhatikan karena konsumsi pangan yang tidak aman dapat menimbulkan keracunan maupun penyakit. Karena itu, Balai POM juga melakukan pengujian cepat terhadap sejumlah sampel makanan yang dijual di lingkungan sekolah.
Tri mengatakan, dari pendampingan dan pengujian yang telah dilakukan sejauh ini belum ditemukan bahan berbahaya pada pangan yang diperiksa. Namun, pengujian akhir akan dilakukan kembali pada November 2026 sebagai bagian dari proses sertifikasi PJAS.
Jika seluruh tahapan terpenuhi, SDN 2 Sokaraja Kulon ditargetkan mendapatkan Sertifikat Bintang Keamanan Pangan. Sekolah tersebut juga telah membentuk kader keamanan pangan dari kalangan siswa untuk menyampaikan edukasi kepada teman-temannya.
Ketua Panitia kegiatan PJAS SDN 2 Sokaraja Kulon, Rizky Agustinandrianto, mengatakan kegiatan selama dua hari dikemas melalui berbagai lomba dan aktivitas edukatif. Di antaranya lomba mewarnai PJAS Aman, senam cuci tangan pakai sabun, uji cepat makanan, lomba jajanan sehat berbasis pangan lokal, hingga jingle keamanan pangan yang melibatkan wali murid.
“Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak lebih mengetahui cara memilih pangan jajanan yang sehat dan baik untuk dirinya,” ujarnya.
Rizky menambahkan, sekolah juga telah membentuk Kantin Sehati yang melibatkan wali murid sebagai pemasok jajanan. Makanan yang dijual harus memenuhi ketentuan keamanan pangan, termasuk menghindari penggunaan bahan atau tambahan pangan yang berisiko bagi kesehatan anak.
Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam keberhasilan edukasi keamanan pangan. Sebab, kebiasaan anak dalam memilih makanan tidak hanya dibentuk di sekolah, tetapi juga dipengaruhi pola konsumsi di lingkungan keluarga.
Balai POM Banyumas berharap praktik keamanan pangan yang diterapkan di SDN 2 Sokaraja Kulon dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain di sekitar Sokaraja. Dengan demikian, kesadaran memilih pangan aman dan sehat tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi menjadi kebiasaan anak dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....