Pengecoran Jalan di Pagojengan Selesai, Buka Tutup Masih Diberlakukan
- 05 Okt 2026 14:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Brebes – Pengecoran jalan di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, telah selesai pada ruas yang dikerjakan. Namun, sistem buka tutup kendaraan masih diberlakukan karena beton membutuhkan waktu untuk mencapai batas perkerasan sebelum dapat dilalui kendaraan secara normal, Senin (05/10/2026).
Penilik Jalan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Brebes, Danu Saputro, mengatakan pembukaan lalu lintas masih menunggu batas umur perkerasan beton. Untuk bagian jalan yang baru dicor, waktu yang dibutuhkan hingga dapat dibuka untuk lalu lintas sekitar delapan hari.
“Karena untuk pengecoran ini kita ada batas umurnya. Baru bisa kita open traffic ddan kita lalui. Jadi nunggu batas umur perkerasan betonnya,” ujar Danu.
Danu mengatakan kondisi arus kendaraan saat ini masih relatif terkendali karena tim lalu lintas melakukan pengaturan dan pembagian arus. Kepadatan biasanya terjadi pada pagi hari dan setelah Maghrib ketika kendaraan besar mulai banyak melintas.
Selama pekerjaan berlangsung, arus kendaraan disebut tidak sampai mengalami kemacetan total. Setelah seluruh pekerjaan selesai, jalur akan kembali dibuka secara normal untuk kendaraan dari kedua arah.
Pekerjaan di lokasi masih menyisakan pengerjaan bahu jalan. Ruas yang telah dikerjakan di wilayah tersebut sekitar 700 meter dan diperkirakan akan berlanjut sekitar 600 meter setelah fylover.
Sementara itu, Cahyono Effendi, petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) flagman di lokasi pekerjaan, mengatakan kondisi arus kendaraan pada Senin (05/10/2026) masih mengalami kepadatan meski tidak separah hari-hari sebelumnya. Sistem buka tutup membuat kendaraan hanya dapat melintas secara bergantian dari kedua arah.
Menurut Cahyono, kepadatan tidak hanya berkaitan dengan sistem buka tutup. Kendaraan berat yang melintas dari arah bawah harus melewati jalan menanjak sehingga bergerak lebih lambat, sementara sepeda motor yang masuk dan berhenti di tengah arus turut menghambat pergerakan kendaraan.
“Kebetulan dari bawah jalan nanjak, didominasi kendaraan berat, otomatis pelan. Pelannya tersebut akhirnya membutuhkan waktu,” kata Cahyono.
Petugas bersama relawan membantu mengurai antrean dengan mengatur pergerakan kendaraan. Petugas juga memberikan kesempatan kepada sepea motor untuk melewati antrean agar tidak berhenti di tengah arus kendaraan.
Cahyono mengatakan kepadatan kendaraan berat dari arah Bumiayu menuju Purwokerto biasanya terjadi setelah Ashar. Sementara dari arah Purwokerto menuju Bumiayu, kendaraan berat dan bus lebih ramai setelah Maghrib hingga sekitar pukul 22.00 WIB.
Cahyono juga mengimbau pengendara sepeda motor berhati-hati karena masih terdapat bagian beton yang belum kering. Bagian tersebut berada sekitar 100 meter dari arah Tegal dan sekitar 10 meter dari arah Bumiayu menuju Purwokerto.
Selain betonisasi badan jalan yang telah selesai, perapian bahu jalan masih berlangsung. Pengecoran juga masih dilakukan pada sejumlah akses menuju desa, gang, sekolah, dan instansi di sekitar ruas jalan. (Fatimatuzzahro)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....