Empat Tahun Menanti, Jembatan Cibun Kembali Dibangun Ada Peran Yanuar Arif Wibowo

  • 24 Agt 2026 16:31 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas- Setelah empat tahun menanti, warga Grumbul Cibun, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, akhirnya kembali melihat harapan hadirnya jembatan permanen yang menjadi akses penting bagi kehidupan mereka.

Pembangunan jembatan di atas Sungai Logawa, ruas jalan Baseh–Sunyalangu, kembali dilanjutkan melalui tahap keempat, Senin (24/8/2026). Peletakan batu pertama dilakukan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, didampingi Anggota DPR RI Fraksi PKS Yanuar Arif Wibowo dan Kepala Dinas PU Banyumas Kresnawan.

Yanuar Arif Wibowo mengatakan, pembangunan jembatan tersebut berawal dari keluhan warga Cibun yang selama bertahun-tahun kesulitan akses akibat terhentinya pembangunan sejak pandemi Covid-19.

Saat menjadi anggota DPR RI pada akhir 2024, Yanuar mengaku langsung memperjuangkan aspirasi tersebut melalui Kementerian Pekerjaan Umum agar pemerintah pusat turut membantu menyelesaikan pembangunan jembatan.

Hasilnya pada tahun 2026 ini, Pemerintah Pusat mengelontorkan dana sekitar Rp 5 miliayar, untuk pembangunan jembatan. Sisanya ada dana sekitar Rp 2,1 miliyar yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Banyumas.

“Warga mengeluhkan karena tidak adanya jembatan membuat mereka terisolasi. Hasil pertanian juga sulit dibawa atau dijual ke luar dusun. Selama ini warga hanya mengandalkan jembatan gantung,” kata Yanuar.

Kepala Dinas PU Banyumas Kresnawan menjelaskan, pembangunan tahap keempat merupakan pekerjaan konstruksi yang dilanjutkan dengan bantuan gelagar dari pemerintah pusat.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Yanuar Arif Wibowo yang ikut mengawal pembangunan hingga Banyumas memperoleh bantuan pemerintah pusat sekitar Rp5 miliar.

“Pak Yanuar ikut mengawal kegiatan ini sehingga mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat senilai sekitar Rp5 miliar,” ujarnya.

Selain bantuan pemerintah pusat, pembangunan tersebut juga mendapat dukungan APBD Kabupaten Banyumas sebesar Rp2,1 miliar.Kresnawan berharap pembangunan tidak berhenti pada penyelesaian jembatan, tetapi dilanjutkan dengan pembangunan ruas jalan di sisi seberang.

“Harapan kami pekerjaan ini tidak selesai di sini. Ada tahapan berikutnya, yaitu meneruskan jalan di seberang jembatan,” katanya.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memastikan pemerintah daerah akan terus memperjuangkan kelanjutan pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, keberadaan jalan dan jembatan permanen akan semakin membuka akses serta memudahkan mobilitas warga.

Saat ini, jembatan yang tersedia baru dapat dilalui kendaraan roda dua.

“Kalau tahun 2027 sepertinya agak susah. Mudah-mudahan nanti 2028 bisa jalan,” ujar Sadewo.

Untuk kebutuhan pelebaran jalan, Sadewo menyebut warga telah menyatakan kesediaannya menyediakan lahan tanpa meminta ganti rugi.

“Saya tadi menanyakan kepada warga terkait lahan mereka. Mereka siap tanpa meminta ganti rugi,” katanya.

Bagi warga Cibun, berlanjutnya pembangunan jembatan menjadi kabar yang sudah lama dinantikan. Wartun, warga Grumbul Cibun RT 8, mengatakan warga menunggu kelanjutan pembangunan sejak tahap ketiga selesai sekitar akhir 2022.

Ia menceritakan, sebelum jembatan gantung dibangun pada 2004, warga harus menyeberangi Sungai Logawa secara langsung.

“Dulu sebelum ada jembatan gantung, kami menyeberang lewat sungai,” ungkapnya.

Menurut Wartun, keberadaan akses jembatan sangat menentukan aktivitas warga. Ketika pembangunan jembatan berlangsung dan akses tertutup, warga harus menempuh perjalanan jauh untuk menuju pasar.

“Waktu dulu ada pekerjaan di jembatan ini, kita enggak bisa ke mana-mana. Ke pasar harus jalan ke Sokawera. Jauh banget,” katanya.

Jembatan permanen tersebut dirancang memiliki panjang 60 meter dan lebar 8 meter. Pembangunan tahap keempat ditargetkan selesai hingga Desember 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....