Kolaborasi Komunitas Pecinta Lingkungan Usung Isu Well-Being dalam Lintas Cerita

  • 05 Okt 2026 14:11 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Kolaborasi Youth for Sustainable Agriculture (YSA) Banyumas bersama Peduli Lingkungan menggelar kegiatan bertajuk "Lintas Cerita" di Purwokerto pada Sabtu (3/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema Well-Being for Sustainable Future.

Lintas Cerita merupakan program lanjutan YSA Banyumas yang menjadi ruang berbagi dan bertukar pengalaman bersama komunitas maupun pihak lain yang memiliki perhatian terhadap isu sosial dan lingkungan. Pada pelaksanaannya kali ini, YSA Banyumas menggandeng komunitas Peduli Lingkungan untuk bersama-sama mengangkat isu well-being serta keterkaitannya dengan hubungan manusia dan alam sekitar.

Selama ini, pembahasan isu lingkungan dinilai lebih sering berfokus pada tindakan langsung terhadap alam saja. Padahal, manusia sebagai bagian dari lingkungan itu sendiri juga perlu mendapatkan perhatian yang seimbang.

Ketua Pelaksana Lintas Cerita, Alethea Fidela menyampaikan bahwa kesehatan mental, kondisi emosional, hingga aspek spiritual sangat penting dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Menurutnya, keseimbangan diri manusia menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

"Ketika berbicara tentang masa depan yang berkelanjutan, yang perlu dijaga itu bukan hanya alamnya aja gitu, tapi juga manusianya. Bagaimana kita punya kondisi diri yang baik, punya kesadaran terhadap diri sendiri, punya hubungan yang baik dengan lingkungan, dan juga punya ruang untuk terhubung secara spiritual," ujar Alethea.

Untuk menyampaikan pesan tersebut, Lintas Cerita menghadirkan talkshow interaktif bersama Indri Kurniawati, S.Sos., seorang praktisi yang konsen di bidang pengembangan diri. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami hubungan antara kondisi diri, spiritualitas, dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya menciptakan well-being yang berkelanjutan.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing antarkomunitas, games, hingga workshop ecoprint. Sesi sharing dan games dihadirkan untuk mempererat keakraban sekaligus menjadi wadah bertukar pengalaman antarpeserta.

Sebagai penutup rangkaian acara, peserta diajak mempraktikkan secara langsung pembuatan karya melalui workshop ecoprint. Kegiatan ini dipilih karena mampu menghubungkan aspek pelestarian lingkungan dengan kesehatan mental secara nyata.

Pengurus YSA Banyumas lainnya, Arija Bilkis Rozaan menjelaskan bahwa pembuatan ecoprint memberi kesempatan bagi peserta untuk berkreasi secara bebas. Selain itu, aktivitas ini juga efektif meningkatkan kepedulian terhadap pemanfaatan bahan-bahan alami.

"Proses membuat ecoprint dapat menjadi ruang untuk berkreasi, berinteraksi, dan menikmati kegiatan yang lebih santai, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pemanfaatan bahan-bahan alami dan lingkungan," tutur Bilkis.

Melalui kolaborasi ini, pihak penyelenggara berharap para peserta dapat memperoleh pemahaman dan perspektif baru. Upaya menjaga kelestarian alam dan menjaga kesehatan diri sendiri merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. (Devi Izzati Putri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....