Hetero Fest 2026: Komunitas Free Fire Banyumas Dorong E-Sport Jadi Kegiatan Positif
- 05 Okt 2026 12:53 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Hetero Fest 2026 menjadi salah satu ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai komunitas dan kegiatan kreatif masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 2-4 Oktober 2026.
Salah satu kegiatan yang turut meramaikan acara ini yakni “Turnamen E-sport Free Fire” yang digelar pada hari Sabtu, (3/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya komunitas untuk memberikan ruang bagi para pemain Free Fire dalam menyalurkan hobi sekaligus mengembangkan kemampuan mereka melalui kompetisi.
Afrak, atau yang dikenal dengan nama Lord Afrak di dunia e-sport Free Fire, selaku bagian dari Event Project Komunitas Free Fire Banyumas, mengatakan turnamen yang digelar dalam Hetero Fest 2026 menggunakan konsep battle royale. Dalam satu pertandingan, terdapat 12 tim yang bertanding secara bersamaan di satu tempat.
"Untuk turnamen pada hari ini lebih ke battle royale, di mana ada 12 tim yang bertanding dalam satu waktu dan satu tempat. Satu tim itu isinya empat orang, jadi kurang lebih dalam satu pertandingan ada 48 orang. Nantinya akan dicari tim-tim terbaik untuk menuju semifinal sampai akhirnya ke babak final," ujar Afrak.
Turnamen tersebut terbuka untuk berbagai kalangan. Tidak ada batasan berdasarkan status pendidikan maupun pekerjaan peserta. Pelajar, mahasiswa, orang yang sudah bekerja, maupun mereka yang sudah tidak bersekolah dapat bergabung dalam satu tim selama memiliki minat terhadap permainan Free Fire.
Tidak hanya itu, dari sisi usia, turnamen ini tidak menetapkan batasan khusus bagi peserta. Hal tersebut menunjukkan bahwa komunitas berupaya memberikan ruang yang inklusif bagi pemain Free Fire untuk bertemu, berkompetisi, dan mengembangkan kemampuan bersama.
Keterbukaan tersebut menjadi salah satu karakter yang ingin dibangun komunitas Free Fire Banyumas. Komunitas yang telah resmi dan berada di bawah lisensi Garena tersebut tidak hanya melihat permainan sebagai aktivitas hiburan, tetapi juga sebagai wadah yang dapat mengarahkan minat anak muda ke kegiatan yang lebih terarah.
"Kita memang senang. Komunitas ini bukan yang mencari keuntungan, tetapi lebih kepada bagaimana kita membuat sebuah wadah agar anak-anak bisa menyalurkan hobinya di hal yang positif. Walaupun memang game, kita arahkan ke kegiatan yang lebih positif dan terarah," ungkap Afrak.
Menurut Afrak, dunia e-sport juga memiliki peluang untuk berkembang menjadi sebuah jenjang prestasi maupun pekerjaan. Ia menilai, seseorang yang awalnya hanya bermain game karena hobi dapat memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan apabila memperoleh pembinaan dan mengikuti kompetisi secara konsisten.
“Sekarang kan banyak anak-anak yang hobinya mungkin nongkrong-nongkrong ga jelas atau apa lebih baik kita fokuskan di kegiatan. Walaupun itu game kita arahkan ke hal yg lebih positif,” ujar Afrak.
Di Banyumas sendiri, terdapat sejumlah turnamen resmi yang dapat menjadi jenjang bagi para pemain untuk mengembangkan kemampuan.
“Karena di banyumas sendiri itu ada kurang lebih 4 turnamen yang resmi yang nantinya bisa menjadi jenjang kedepannya untuk mereka. Yang tadinya hanya seneng game-gamean eh malah bisa jadi lapangan pekerjaan mereka. Karena sekarang sulit mencari pekerjaan kok malah mereka bisa dapet pekerjaan yang mereka seneng,” lanjutnya.
Keberadaan komunitas juga dinilai mampu membangun jejaring antarpemain dari berbagai daerah. Antusiasme peserta yang dinilai tinggi membuat komunitas Free Fire Banyumas tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi pemain lokal, tetapi juga menjadi salah satu titik pertemuan komunitas Free Fire dari wilayah sekitar.
"Alhamdulillah anak-anak selalu antusias. Kita juga tidak hanya mencari siapa yang terbaik, tetapi bagaimana komunitas ini bisa menjadi medan magnet yang positif. Komunitas dari kabupaten sebelah yang mulai redup akhirnya bisa hidup lagi. Cilacap, Kebumen, Purbalingga, dan Banjarnegara kita gandeng dan kita ayomi supaya komunitas yang ada di Barlingmascakeb bisa guyub, rukun, dan sukses bersama," ungkap Afrak.
Kolaborasi dalam Hetero Fest 2026 menjadi salah satu bentuk ruang latihan dan kompetisi bagi para pemain. Turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pemain untuk mengasah kemampuan sebelum mengikuti kompetisi lain yang memiliki tingkatan lebih tinggi.
perkembangan e-sport saat ini semakin mudah diakses oleh anak muda. Kemudahan memperoleh informasi melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram membuat pemain lebih mudah mengetahui berbagai turnamen yang dapat diikuti.
"Perkembangan e-sport di kalangan anak muda sekarang lebih mudah dan cepat. Akses untuk mengikuti turnamen dan mendapatkan informasi juga semakin gampang, apalagi melalui TikTok dan Instagram. Jadi, dengan kemauan untuk mengikuti turnamen offline, mereka bisa terus berkembang di dunia e-sport," tuturnya.
Meski demikian, pandangan terhadap game yang masih dianggap negatif oleh sebagian orang tua menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab komunitas. Afrak mengatakan, cara untuk mengubah pandangan tersebut bukan hanya melalui penjelasan, tetapi juga dengan menunjukkan hasil nyata dari pembinaan yang dilakukan.
"Orang tua sebenarnya hanya membutuhkan pembuktian. Ketika kita bisa membuktikan bahwa anak yang kita naungi dan kita bimbing di dunia game ini bisa mendapatkan jenjang, dari situ mereka akan melihat dampak positifnya," jelasnya.
Afrak mencontohkan adanya kompetisi Garena Youth Champion bagi pelajar. Menurutnya, Banyumas termasuk daerah yang memperoleh kesempatan untuk menyelenggarakan kompetisi tersebut. Pemain yang berhasil melaju ke tingkat lebih tinggi dapat memperoleh kesempatan mendapatkan hadiah maupun dukungan pendidikan, termasuk beasiswa.
“Seperti di setiap tahun untuk anak-anak sekolah pasti ada turnamen namanya Garena Youth Champion. Tidak semua kabupaten itu dapet kuota untuk buat turnamen tersebut. Alhamdulillah banyumas itu selalu dapet. Ketika nanti lolos ke grand final di panggung besar yang menjadi cita-cita semua player yang ada di indonesia. Mereka bisa dapet beasiswa bahkan juara 1 itu hadiahnya bisa sampai 30 juta sama full beasiswa 8 semester untuk kuliah,” jelas Afrak.
Di sisi lain, pelaksanaan e-sport free fire dalam Hetero Fest 2026 juga menerapkan registrasi bagi peserta. Biaya pendaftaran yang dikenakan sebesar Rp. 25.000. Namun, dana tersebut pada dasarnya dikembalikan kepada peserta dalam bentuk kebutuhan kegiatan seperti trofi dan sertifikat.
Apabila terdapat sisa dana, komunitas berencana menggunakannya untuk mendukung kegiatan internal maupun program sosial. Komunitas Free Fire Banyumas ke depan juga memiliki rencana membuat kegiatan yang memberikan manfaat kepada masyarakat, seperti santunan ke panti asuhan hingga program berbagi makanan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa aktivitas komunitas tidak hanya diarahkan pada kompetisi permainan, tetapi juga pada upaya membangun kegiatan sosial yang dapat memberikan dampak lebih luas.
Kerja sama antara komunitas Free Fire Banyumas dan Hetero Space sendiri bukan kali pertama dilakukan. Kolaborasi tersebut telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir dan kegiatan Free Fire dalam Hetero Fest 2026 menjadi salah satu kelanjutan kerja sama tersebut.
Melalui kegiatan ini, e-sport tidak hanya diposisikan sebagai permainan untuk mengisi waktu luang. Bagi komunitas Free Fire Banyumas, kompetisi menjadi salah satu cara untuk mempertemukan pemain, membangun jejaring, melatih kemampuan, serta membuka kemungkinan bagi pemain untuk berkembang menuju jenjang yang lebih profesional.
Kedepannya Afrak berharap perkembangan Free Fire di Banyumas dan daerah sekitar mendapatkan perhatian yang lebih besar, termasuk dari pemerintah. Menurutnya, tingginya aktivitas komunitas perlu diikuti dengan semakin banyaknya ruang kompetisi resmi yang dapat menjadi jenjang bagi para pemain.
"Jujur di tahun 2026 ini komunitas free fire banyumas selalu masuk top 10 indonesia. Cuma ya kembali lagi kita juga ingin dapet turnamen yang resmi lah, dari pemerintah. Kaya porprov di kabupaten lain pada aktif kita ngga, kapolres kab kita juga pengin kok,” harap Afrak.
Ia menyebut komunitas Free Fire Banyumas pada 2026 terus menunjukkan perkembangan dan berhasil masuk dalam jajaran komunitas yang aktif secara nasional. Karena itu, ia berharap terdapat kompetisi resmi di tingkat daerah yang dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi para pemain untuk berprestasi.
Melalui Hetero Fest 2026, kehadiran turnamen Free Fire menjadi salah satu gambaran bahwa perkembangan e-sport dapat berjalan beriringan dengan kegiatan komunitas dan kreativitas anak muda. Dengan pengelolaan yang tepat, hobi bermain game dapat diarahkan menjadi ruang positif, pengembangan kemampuan, jejaring komunitas, hingga peluang untuk meraih prestasi dan masa depan di bidang e-sport. (Novita Widya Putri)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....