Banyumas Heritage Week 2026 Angkat Sejarah Kereta Api SDS
- 11 Sep 2026 14:54 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Komunitas Banyumas History Heritage Community (BHHC) kembali menggelar pameran sejarah tahunan bertajuk Banjoemas Heritage Week 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai Kamis (10/9/2026) hingga Minggu (13/9/2026) ini diselenggarakan di Hetero Space Purwokerto.
Pada penyelenggaraan tahun ini, pihak panitia mengangkat tema besar mengenai sejarah perkeretaapian lokal Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS) di wilayah Banyumas Raya.
Di sela-sela pembukaan hari pertama, Kamis (10/9/2026), pengurus BHHC sekaligus Ketua Yayasan Lestari Banyumas Raya, Rizki Dwi Rahmawan, membeberkan latar belakang pameran tersebut.
Rizki menjelaskan bahwa tema ini berakar dari riset panjang yang telah dilakukan oleh penggagas komunitas BHHC, Jatmiko Wicaksono.
"Mas Jatmiko atau biasa dipanggil Mas Miko ini sudah melakukan riset secara informal dari 2009 mengenai perkeretaapian di Banyumas Raya ini, yaitu ada kereta SDS dan kereta SS," kata Rizki Dwi Rahmawan.
Riset informal tersebut kemudian disempurnakan melalui penelitian formal langsung di Universitas Leiden, Belanda, selama tiga bulan pada tahun lalu hingga data terkumpul lengkap.
Rizki menuturkan, ada dua pesan utama yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas melalui pelaksanaan event kebudayaan tahunan ini.
"Satu adalah mengenai awareness terhadap pemeliharaan arsip, benda sejarah, dan cagar budaya. Kita memberikan contoh bahwasanya arsip itu tidak harus selalu benda-benda milik negara, tetapi juga ada arsip milik lokal, milik kota, milik keluarga, milik perseorangan," ujar Rizki.
Pesan kedua menekankan kesadaran sejarah bahwa di masa lalu Banyumas Raya memiliki inovasi teknologi kereta api swasta SDS yang menggerakkan roda perekonomian lokal hingga ke tingkat ekspor.
Selain itu, daya tarik utama dalam pameran ini terletak pada sajian dokumen serta foto-foto tua eksklusif yang sebelumnya tidak pernah dipublikasikan kepada publik.
"Daya tarik utama dari event ini adalah yang pertama, banyak sekali atau disuguhkan special collection dari Leiden University Library dan dari National Archief di Den Haag yang tidak pernah dipublikasikan di buku dan di internet," ucap Rizki menjelaskan.
Guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga anak-anak, panitia mengemas acara ini secara interaktif dengan melibatkan 30 relawan muda dari berbagai kalangan yang telah diseleksi pada bulan lalu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....