Respons Maraknya Investasi Bermasalah, Muhammadiyah Buka Layanan Tabungan Emas

  • 02 Okt 2026 23:59 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas — Masyarakat kini memiliki pilihan untuk membeli emas secara langsung, mencicil, maupun menyimpannya melalui layanan yang disediakan PT Mentari Bayt Coin (MBC). Layanan tersebut juga tersedia melalui aplikasi MASKITA yang diperkenalkan pada September 2026.

Direktur Utama PT MBC yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Prof. Dr. Jebul Suroso, mengatakan MBC menyediakan produk emas dengan beberapa skema transaksi, mulai pembelian langsung, cicilan, hingga tabungan emas.

“Kita menghadirkan emas yang sudah siap. PT MBC sudah menyediakan produknya dan siap melayani penjualan langsung, cicil emas, maupun tabungan emas. Kegiatan ini dapat berjalan berkat inisiasi Diktilitbang bersama para rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah,” kata Jebul.

Menurut Jebul, layanan tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Ia mengatakan sejumlah rektor perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah telah membeli dan memesan produk MBC sebelum diperkenalkan kepada masyarakat.

“Kami berharap usaha ini terus berkembang. Apa yang kita lakukan dapat disinergikan dengan Amal Usaha Muhammadiyah. Bahkan sebelum peluncuran ini, sejumlah rektor sudah membeli dan memesan emas MBC,” ujarnya.

MBC juga menyediakan 15 paket yang masing-masing berisi empat produk emas. Menurut Jebul, paket tersebut ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau dan dilengkapi tanda tangan Ketua PP Muhammadiyah.

Selain emas fisik, MBC berencana mengembangkan layanan berbasis digital. Pengembangan tersebut akan disesuaikan dengan sertifikasi dan ketentuan yang dimiliki perusahaan.

“Emas ini tidak hanya fisik saja. Ke depan kita juga menuju pada pengembangan berbasis digital sesuai dengan sertifikasi yang kita miliki,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yang juga Komisaris Utama PT MBC, Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., mengatakan layanan MBC ditujukan sebagai salah satu pilihan investasi emas bagi masyarakat.

Menurut Bambang, masyarakat perlu mempertimbangkan aspek transparansi dan keamanan sebelum memilih produk investasi. Ia menilai hal tersebut penting karena masih terdapat tawaran investasi yang berpotensi merugikan masyarakat.

“MBC dibentuk oleh para rektor dengan tujuan memberikan trust atau kepercayaan kepada masyarakat. Kita melihat masyarakat tidak jarang menjadi korban berbagai tawaran investasi. Di sinilah Muhammadiyah ingin hadir,” katanya.

Bambang menyebut produk MBC telah memperoleh fatwa halal. Ia mengatakan investasi emas dapat menjadi salah satu pilihan dalam pengelolaan aset.

Adapun aplikasi MASKITA diarahkan untuk mendukung investasi emas dalam jangka panjang, termasuk persiapan masa pensiun.

“MASKITA juga dapat menjadi sarana untuk mempersiapkan hari tua sekaligus mewadahi keinginan masyarakat dalam berinvestasi emas,” ujarnya.

Layanan tersebut dikembangkan dengan melibatkan sejumlah lembaga perbankan syariah. Dalam materi kegiatan tercantum KB Bank Syariah, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Syariah Nasional (BSN), dan CIMB Niaga Syariah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., mengatakan pengembangan MBC berkaitan dengan upaya membangun kemandirian ekonomi.

“Kita membangun semangat dan etos kemandirian, tetapi pada saat yang sama kita selalu berkolaborasi. Muhammadiyah memiliki kekuatan sebagai organisasi masyarakat dan kekuatan itu harus terus diarahkan untuk kemajuan,” ujarnya.

MBC dan MASKITA diperkenalkan dalam kegiatan di SM Tower Yogyakarta pada 19 September 2026 yang dihadiri pimpinan Muhammadiyah, pimpinan PTMA, serta sejumlah mitra perbankan syariah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....