BNNP Jateng Perkuat Soft Skill Pelajar Cegah Penyalahgunaan Narkotika

  • 01 Okt 2026 17:00 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mendorong penguatan soft skill pelajar untuk mencegah penyalahgunaan narkotika. Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pengembangan soft skill SMA sederajat di Salatiga.

Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Wahid Salatiga, Kamis (1/10/2026). Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pendidikan, kesehatan, sosial, keamanan, akademisi, dan satuan pendidikan.

Rapat diarahkan untuk memperkuat ketahanan diri peserta didik sebagai bagian strategi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Materi membahas tekanan teman sebaya, perubahan emosi, tuntutan akademik, dan paparan informasi digital.

Plt Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol. Drs. Edi Swasono mengatakan pencegahan tidak cukup melalui kampanye bahaya narkoba. Menurutnya, pencegahan juga perlu menyentuh persoalan yang dihadapi remaja dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita berbicara tentang pencegahan narkoba pada remaja, kita juga harus berbicara mengenai manusianya,” ujar Edi. Ia menyebut ketahanan diri menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menghadapi tekanan.

BNNP mendorong pengembangan soft skill melalui regulasi diri, perilaku asertif, dan kemampuan mencari dukungan. Kemampuan tersebut membantu anak mengenali diri, mengelola tekanan, dan mengambil keputusan.

Edi menyebut tekanan teman sebaya tidak selalu bermula dari ajakan menggunakan narkoba. Ajakan membolos, merokok, menggunakan vape, dan mengikuti kelompok juga menjadi tekanan sosial.

Kemampuan mengatakan tidak perlu dipandang sebagai ketidakmampuan bersosialisasi. Keterampilan tersebut menjadi bagian dari kemampuan menjaga diri dari perilaku berisiko.

Edi menilai keberhasilan kegiatan perlu terlihat dari perubahan di lingkungan sekolah. Guru diharapkan lebih siap, sedangkan siswa mampu mengelola emosi dan mencari pertolongan.

Perspektif psikologi disampaikan Dr. Heru Astikasari Setya Murti, M.A., dosen sekaligus Kaprodi Psikologi UKSW. Menurutnya, pengetahuan tentang bahaya narkoba belum otomatis membuat remaja mampu mengambil keputusan sehat.

“Yang perlu kita bangun adalah kapasitasnya untuk menghadapi tekanan,” jelas Astikasari. Ia menjelaskan ketahanan diri merupakan kemampuan menghadapi tekanan dan beradaptasi secara sehat.

Ketahanan diri juga mencakup kemampuan mengelola respons dan menggunakan sumber daya yang tersedia. Remaja perlu dilatih mengevaluasi risiko, memilih tindakan, dan mencari bantuan.

Astikasari menambahkan bahwa ketahanan diri bukan hanya tanggung jawab anak. Keluarga, teman sebaya, sekolah, dan lingkungan turut memengaruhi pembentukan ketahanan remaja.

Peserta dari SMK Negeri 2 Salatiga, Edo Dwiyanto, S.Pd., mengapresiasi pembekalan tersebut. Ia akan meneruskan pengetahuan mengenai soft skill kepada guru BK di sekolahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BNN Provinsi Jawa Tengah atas pengetahuan dan pembekalan,” ujar Edo. Ia berharap SMK Negeri 2 Salatiga dapat menjadi Sekolah Bersinar.

Penguatan soft skill menjadi bagian dari gerakan ANANDA Bersinar. Gerakan tersebut merupakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Dari Narkotika.

BNNP Jawa Tengah mendorong pencegahan dilakukan sejak anak dan remaja melalui pendekatan yang lebih menyeluruh. Pendekatan tersebut tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membangun kemampuan menghadapi tekanan.

Rapat koordinasi diarahkan menghasilkan langkah konkret dalam pengembangan soft skill di satuan pendidikan. Upaya tersebut mencakup pembagian peran dan rencana tindak lanjut antarpemangku kepentingan.

Kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, akademisi, tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan masyarakat terus didorong. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat ketahanan generasi muda menuju Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....