416 Pendonor Darah Banyumas Raih Penghargaan, Terbanyak di Jateng

  • 01 Okt 2026 16:00 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas — Sebanyak 416 pendonor darah sukarela asal Kabupaten Banyumas menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas konsistensi mereka mendonorkan darah sebanyak 50 dan 75 kali.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara penghargaan pendonor darah sukarela tingkat Jawa Tengah di Balairung Astina Hotel Semarang, Selasa (29/9/2026).

Secara keseluruhan, penghargaan diberikan kepada 2.347 pendonor dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Mereka terdiri atas 1.742 pendonor yang telah mencapai 50 kali donor dan 605 pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 75 kali.

Banyumas menjadi daerah dengan jumlah penerima penghargaan terbanyak, yakni 416 orang. Dari jumlah tersebut, 302 pendonor telah mencapai 50 kali donor, sedangkan 114 lainnya telah mendonorkan darah sebanyak 75 kali.

Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Kota Semarang berada di urutan berikutnya dengan 269 penerima penghargaan, terdiri atas 171 pendonor 50 kali dan 98 pendonor 75 kali. Selanjutnya, Kota Surakarta memiliki 246 penerima, Kabupaten Klaten 102 penerima, dan Kabupaten Kudus 98 penerima.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi masyarakat yang secara sukarela membantu memenuhi kebutuhan darah.

Ahmad Luthfi mengapresiasi para pendonor yang telah berulang kali menyumbangkan darah tanpa mengharapkan imbalan.

“Bapak-ibu pendonor darah ini adalah orang hebat dan tangguh. Karena kalau kita disuntik vaksin sekali saja sudah mengeluh. Sedangkan Bapak/Ibu ini sudah 50 kali (sejumlah 1.743 orang) dan 75 kali (sejumlah 605 orang) ditusuk jarum dengan sukarela. Tidak dibayar. Tidak minta balasan. Datang sendiri ke PMI. Duduk. Donor. Pulang. Kalau bukan karena hati yang luar biasa, tidak mungkin bisa,” ujar Ahmad Luthfi.

Ketua PMI Kabupaten Banyumas Nungky Harry Rachmat mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi para pendonor dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.

Menurutnya, donor darah tidak sekadar diukur dari jumlah atau frekuensi seseorang menyumbangkan darah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut mencerminkan kepedulian dan semangat gotong royong untuk membantu sesama.

“Bukan tentang berapa banyak, tetapi konsistensi untuk mendonorkan darah yang menggambarkan semangat gotong royong. Dan penghargaan ini bukan akhir dari perjuangan, sehingga semoga para peserta bisa terus mendonorkan darahnya untuk sesama,” ucap Nungky.

Penghargaan bagi pendonor yang telah mencapai 50 dan 75 kali donor tingkat Jawa Tengah diberikan secara rutin setiap tahun. Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan bagi masyarakat yang secara konsisten mendonorkan darah secara sukarela.

Tingginya partisipasi masyarakat membuat Banyumas menjadi salah satu daerah yang rutin mengirimkan pendonor dalam jumlah besar untuk menerima penghargaan tersebut.

PMI Kabupaten Banyumas berharap penghargaan ini tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga mendorong para pendonor untuk terus berdonor dan mengajak lebih banyak masyarakat menjadi pendonor darah sukarela.

“Konsistensi ratusan pendonor Banyumas menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, yakni mendonorkan darah untuk membantu memenuhi kebutuhan darah sekaligus menyelamatkan nyawa,” tutur Nungky.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....