Momentum HUT Ke-81, PMI Banyumas Diminta Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

  • 18 Sep 2026 10:25 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas diminta terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan dan potensi bencana. Kesiapsiagaan dinilai penting karena kebutuhan kemanusiaan, mulai dari penanganan bencana, ketersediaan darah, layanan kesehatan, hingga air bersih dan sanitasi, dapat muncul sewaktu-waktu.

Hal tersebut disampaikan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono saat memimpin Apel HUT ke-81 PMI tingkat Kabupaten Banyumas di Halaman Pendopo Si Panji, Kamis (17/9/2026).

Menurut Sadewo, tantangan kemanusiaan saat ini tidak hanya berkaitan dengan bencana alam, tetapi juga tekanan sosial dan ekonomi yang berdampak pada kehidupan masyarakat. Di Banyumas, berbagai kebutuhan tersebut membutuhkan kecepatan penanganan dan kepedulian bersama.

“Kesiapsiagaan tersebut tidak dibangun ketika bencana sudah terjadi, tetapi disiapkan sejak sekarang, dengan meningkatkan kapasitas relawan, memperkuat koordinasi, menjaga ketersediaan darah, dan memperluas partisipasi masyarakat dalam berbagai aksi kemanusiaan,” kata Bupati.

Kesiapsiagaan tersebut, menurut Sadewo, telah ditunjukkan PMI Kabupaten Banyumas melalui berbagai kegiatan kemanusiaan. Salah satunya melalui bakti sosial di Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen.

“Salah satunya melalui bakti sosial di Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, yang memberikan pelayanan kesehatan, bantuan sembako, kacamata bagi siswa, khitan, jamban keluarga, hingga bantuan air bersih. Aksi seperti ini menunjukkan bahwa PMI tidak hanya hadir saat terjadi bencana, tetapi juga hadir menjawab berbagai kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Sadewo juga mengapresiasi seluruh pengurus, relawan, donor darah sukarela, pembina dan anggota PMR, serta pihak-pihak yang selama ini terlibat dalam gerakan kemanusiaan PMI di Kabupaten Banyumas.

“Termasuk para senior dan para pendahulu PMI yang telah meletakkan dasar-dasar pengabdian, sehingga sampai hari ini PMI tetap bisa bergerak dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Ke depan, Sadewo berharap PMI Kabupaten Banyumas terus menjaga kualitas pelayanan dan memperkuat kesiapsiagaan di setiap wilayah. Kebutuhan kemanusiaan juga diharapkan dapat direspons secara cepat dan tepat sesuai semangat Tri Bakti PMI dan tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah.

“Saya berharap semangat ‘Peduli, Bergerak, Bersama’ terus tumbuh dalam berbagai aksi kemanusiaan di Kabupaten Banyumas,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Banyumas, Nungky Harry Rachmat mengatakan peringatan HUT ke-81 PMI tidak hanya menjadi penanda perjalanan pengabdian selama 81 tahun, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap pelayanan kepada masyarakat.

“Sudah sejauh mana kita mampu melayani masyarakat dalam rangka melaksanakan fungsi-fungsi PMI. Dan tentu dengan refleksi 81 tahun ini kami berharap kami bisa semakin mampu melayani masyarakat,” ujarnya.

Terkait pemilihan Desa Karanggintung sebagai lokasi bakti sosial, Nungky menjelaskan keputusan tersebut merupakan hasil rapat pleno. Desa tersebut juga menjadi salah satu wilayah binaan PMI Kabupaten Banyumas.

“Kebetulan dengan usulan dari rapat pleno kita memutuskan menempatkan kegiatan kita di Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, karena memang ada beberapa kegiatan yang kita laksanakan secara massal di sana. Tetapi bukan berarti bakti sosial hanya kita laksanakan di Desa Karanggintung, kita laksanakan merata hampir seluruh wilayah hanya untuk seremoni pelaksanaan bakti sosialnya kita tempatkan di Desa Karanggintung,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....