Unsoed Dorong Pengembangan Mina Padi di Panembangan

  • 01 Okt 2026 10:43 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendorong pengembangan sistem mina padi di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB). Pada panen perdana yang dilaksanakan Minggu (27/9/2026), sebanyak 71 kilogram ikan berhasil dipanen dari lahan mina padi masyarakat.

Program PDB Unsoed di Panembangan telah berlangsung selama tiga tahun sebagai upaya menerapkan hasil riset perguruan tinggi sesuai kebutuhan masyarakat. Pengembangan mina padi dilakukan dengan mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman padi sekaligus mendukung penguatan potensi pertanian dan wisata desa.

Tim PDB Panembangan tahun ketiga diketuai Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D., dengan anggota Prof. Dr. Sri Lestari, S.E., M.Si., Dr. Dyah Susanti, S.P., M.P., M. Lulu Latif Usman, S.Pd., M.Han., dan Emyliana Listyowati, S.Si., M.Sc.

Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Unsoed dari bidang perikanan dan pertanian melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dikonversi menjadi penelitian skripsi. Mahasiswa bidang perikanan terdiri atas Satriya Widyadhana, Muhammad Iqbaal Ihsaanudin, dan Yusnita Alisa, sedangkan mahasiswa bidang pertanian terdiri atas Siti Marifatul Khusniyah, Nayla Nadien Nafiza, dan Jasmine Amila Firdaus.

Ketua Tim PDB Panembangan, Prof. Totok Agung Dwi Haryanto, mengatakan panen perdana tersebut menjadi bagian dari siklus pengembangan mina padi yang akan dilanjutkan dengan pemanenan ikan di empat kolam lainnya dan kemudian panen padi.

“Setelah panen pertama, kegiatan dilanjutkan dengan panen ikan pada empat kolam mina padi lainnya. Tahapan berikutnya diarahkan pada panen padi sebagai bagian dari siklus budidaya terpadu,” ujarnya.

Menurut Prof. Totok, pengembangan mina padi di Panembangan tidak hanya berfokus pada budidaya ikan dan padi, tetapi juga memperkenalkan teknologi Mina Padi Protani Salibu untuk mendukung keberlanjutan pola tanam.

Pada tahun pertama, program diarahkan pada rekayasa Mina Padi Protani Salibu, edukasi varietas unggul dan peningkatan produktivitas padi, pelatihan pembuatan pakan ikan berbahan lokal, serta penguatan sumber daya manusia, kelembagaan, dan manajemen wisata.

Memasuki tahun kedua, kegiatan dikembangkan melalui produksi pakan ikan secara mandiri menggunakan alat pembuat pelet apung, peningkatan produktivitas padi, standardisasi pakan ikan, serta pengembangan sistem informasi wisata terpadu.

“Pada tahun ketiga, pengembangan diperluas ke lahan masyarakat,” kata Prof. Totok.

Pengembangan pada tahap ini meliputi peningkatan kapasitas produksi pakan ikan lokal, penerapan sistem informasi wisata, penguatan pengelolaan wisata, serta penyusunan dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pembuatan pakan ikan.

Dalam pelaksanaannya, tim PDB melakukan penebaran benih ikan, pendampingan penyusunan SOP pakan ikan, penerapan sistem informasi wisata, serta uji coba perangkat Internet of Things (IoT) untuk memantau kualitas air, meliputi pH, oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO), dan ketinggian air.

Pendampingan juga dilakukan dalam penerapan Mina Padi Protani Salibu di lahan masyarakat. Hingga tahap ini, sebanyak 5.000 benih ikan telah ditebar dan produksi pakan ikan mandiri mencapai 100 kilogram.

Evaluasi program menunjukkan peningkatan keberdayaan mitra sebesar 80 persen. Capaian tersebut ditandai antara lain dengan tersusunnya SOP manajemen produksi ikan, penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), peningkatan keterampilan dalam penerapan Protani Salibu, serta pemanfaatan media sosial untuk mendukung pemasaran.

Program PDB di Panembangan dirancang untuk menjawab sejumlah persoalan masyarakat, seperti rendahnya produktivitas padi, belum optimalnya indeks pertanaman, tingginya biaya pakan ikan, serta ketergantungan terhadap pakan komersial.

Selain aspek produksi, penguatan pengelolaan potensi wisata di kawasan mina padi juga menjadi bagian dari program. Pengembangan sistem informasi wisata dilakukan untuk mendukung pengelolaan potensi desa secara lebih terpadu.

Pendampingan selama tiga tahun tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produksi ikan dan padi, tetapi juga memperkuat keterampilan masyarakat dan kemandirian produksi. Integrasi sektor pertanian, perikanan, dan wisata diharapkan dapat mengoptimalkan potensi Desa Panembangan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....