Eksistensi Becak Tradisional di Era Digital

  • 22 Sep 2026 14:15 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Pesatnya perkembangan teknologi digital mengubah peta moda transportasi publik di Kota Purwokerto. Kehadiran transportasi online berbasis aplikasi menjadi tantangan tersendiri bagi keberadaan becak konvensional.

Meski begitu, becak tradisional nyatanya masih mampu bertahan di tengah derasnya arus modernisasi. Salah seorang penarik becak di Pasar Manis Purwokerto, Jaman, menjadi salah satu yang setia mengayuh pedal.

Pria asal Pasirmuncang ini mengakui adanya penurunan penumpang yang cukup signifikan dibanding beberapa tahun lalu. Kondisi tersebut terjadi seiring makin maraknya penggunaan transportasi online.

"Kalau masalah penumpang saat ini sama yang dulu tuh udah berkurang, Mbak. Ya itu persaingan sama Gojek sama yang lainnya," kata Jaman saat ditemui di Pasar Manis Purwokerto, Selasa (22/9/2026).

Hadirnya pilihan transportasi online diakui berdampak pada pendapatan harian. Penurunan jumlah pengguna jasa becak secara otomatis memengaruhi penghasilan yang ia bawa pulang ke rumah.

"Kalau sekarang tuh udah berkurang, enggak kayak dulu-dulu belum ada transportasi online. Ya berdampak mengurangi hasil," ujar Jaman.

Di tengah banyaknya pilihan moda transportasi digital, becak tetap memiliki ceruk pasar tersendiri di masyarakat. Menurutnya, pelanggan biasanya menggunakan jasa becak untuk keperluan perjalanan jarak pendek di area pasar.

"Kalau becak sih ya paling enggak yang jauh-jauh lah dibawanya. Kalau yang jauh tuh mungkin pesan Grab atau Gojek yang sampai ke rumah," ucapnya.

Setiap hari Jaman memilih untuk menunggu penumpang di kawasan Pasar Manis Purwokerto. Lokasi ini menjadi tumpuan utamanya untuk mengais rezeki di tengah persaingan transportasi modern.

Di era yang serba digital ini, ia tetap optimis becak tradisional bisa terus bertahan dan dimanfaatkan masyarakat. Bagi Jaman, hadirnya berbagai jenis transportasi modern bukanlah ajang untuk saling menjatuhkan.

"Bagi saya sih enggak masalah kalau ada taksi online, Gojek, atau Grab. Yang penting berbagi rezeki lah sesama orang di pinggir jalan ini," katanya mengakhiri. (Devi Izzati Putri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....