Dosen Unsoed Implementasikan Terapi Murotal untuk Kendalikan Hipertensi

  • 21 Sep 2026 15:39 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Tim dosen Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui implementasi terapi audio murotal Al-Qur’an berbasis riset untuk mendukung pengendalian hipertensi. Program dilaksanakan melalui pemberdayaan kader Posyandu Bregas Mulia, Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara.

Tim PKM diketuai Dr. Iwan Purnawan., Ns., M.Kep dengan anggota Dr. Endang Triyanto., Ns., M.Kep dan Dr. Sidik Awaluddin., Ns., M.Kep., Sp.KMB dari Universitas Jenderal Soedirman serta Ikit Netra Wirakmi., SST., Ns., M.Kes dari Universitas Harapan Bangsa.. Program dilaksanakan secara bertahap, mulai dari pelatihan kader, implementasi mandiri kepada pasien hipertensi, hingga monitoring dan evaluasi hasil kegiatan.

Tahap awal dilaksanakan pada 1 Juni 2026 dengan melibatkan 11 kader Posyandu Bregas Mulia. Pada kegiatan tersebut, kader mendapatkan edukasi mengenai hipertensi, faktor risiko, komplikasi, pentingnya pengendalian tekanan darah, teknik pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital, serta penggunaan terapi audio murotal Al-Qur’an sebagai salah satu pendekatan nonfarmakologis.

Ketua Tim PKM, Iwan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi hasil penelitian agar dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan implementasi dari hasil riset yang kami kembangkan. Kami berharap hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai pengetahuan akademik, tetapi dapat diterapkan secara langsung untuk membantu masyarakat, khususnya dalam upaya pengendalian hipertensi melalui pemberdayaan kader Posyandu,” kata Iwan.

Setelah mengikuti pelatihan, setiap kader dibekali perangkat MP3 yang berisi audio murotal Surah Ar-Rahman, modul pelaksanaan terapi, tensimeter digital, serta lembar pemantauan. Peralatan dan media tersebut digunakan kader untuk melakukan pendampingan secara mandiri kepada pasien hipertensi di lingkungan masing-masing.

Setiap kader bertanggung jawab melakukan pendampingan terhadap dua orang pasien hipertensi. Kader memberikan terapi audio murotal Surah Ar-Rahman sekaligus melakukan pemantauan tekanan darah sebelum dan sesudah pelaksanaan terapi. Hasil pemantauan kemudian dicatat secara sistematis pada lembar yang telah disediakan oleh tim pelaksana.

Implementasi mandiri oleh kader berlangsung selama dua bulan berturut-turut, mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2026. Selama periode tersebut, kader menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh pada tahap pelatihan sekaligus berperan sebagai pendamping pasien dalam penerapan terapi nonfarmakologis.

Ketua Kader Posyandu Bregas Mulia, Sri Widiyati, mengatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat karena kader tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kesempatan untuk menerapkannya secara langsung kepada masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai kader. Kami tidak hanya belajar mengenai hipertensi dan cara mengukur tekanan darah, tetapi juga dapat mempraktikkan secara langsung terapi murotal kepada pasien serta memantau perubahan tekanan darahnya,” ujar Sri Widiyati.

Setelah seluruh rangkaian implementasi di lapangan selesai, tim PKM melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi pada 14 September 2026. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menilai pelaksanaan terapi oleh kader, kelengkapan lembar pemantauan, keterampilan kader, serta perubahan tekanan darah pasien selama program berlangsung.

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap lembar pemantauan yang telah diisi kader, ditemukan adanya kecenderungan penurunan tekanan darah pada pasien setelah mendapatkan terapi audio murotal Surah Ar-Rahman dibandingkan dengan kondisi sebelum terapi diberikan.

Agus menjelaskan, hasil tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pemberdayaan kader dapat mendukung penerapan intervensi nonfarmakologis di tingkat masyarakat. Namun, pemanfaatan terapi murotal tetap diposisikan sebagai terapi pendamping dan tidak menggantikan pengobatan maupun pemeriksaan medis yang diberikan oleh tenaga kesehatan.

Selain memberikan manfaat kepada pasien, program ini juga memperkuat kapasitas kader dalam melakukan pemantauan tekanan darah, memberikan edukasi kesehatan, serta mendampingi masyarakat dalam upaya pengendalian hipertensi.

Melalui program tersebut, tim PKM berharap kader Posyandu Bregas Mulia dapat terus berperan sebagai penggerak kesehatan masyarakat dan memanfaatkan hasil penelitian sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif di tingkat komunitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....