Wisudawan Unsoed Ceritakan Perjuangan Menyelesaikan Pendidikan

  • 09 Sep 2026 16:23 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Sejumlah wisudawan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) membagikan pengalaman dan tantangan yang mereka lalui hingga berhasil menyelesaikan pendidikan. Perjuangan tersebut mulai dari beradaptasi dengan perkuliahan, menghadapi tuntutan akademik, hingga melawan rasa malas selama menjalani masa studi.

Salah satu wisudawan, Dimas Bayu Setyajati dari Program Studi Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, mengatakan tantangan terbesar selama kuliah justru berasal dari diri sendiri. Ia harus mengatasi rasa malas dan keinginan untuk terus berada di zona nyaman.

“Hal paling sulit sebenarnya dari diri kita sendiri ya. Jadi kita harus mengalahkan rasa malas kita, rasa yang selalu ingin bersenang-senang atau di zona nyaman terus-menerus,” ujar Dimas, Selasa (8/9/2026)

Dimas juga mengaku sempat beberapa kali merasa ingin menyerah ketika mulai tertinggal materi dari teman-temannya maupun menghadapi berbagai persoalan di luar akademik. Dukungan keluarga menjadi alasan dirinya tetap melanjutkan pendidikan hingga menyelesaikan studi.

Sementara itu, wisudawan lainnya, Sabella, mengatakan perjalanan menuju kelulusan juga diwarnai berbagai tantangan. Selain harus beradaptasi sebagai mahasiswa perantauan, ia mengikuti perkuliahan di kelas internasional yang menggunakan bahasa Inggris.

Sabella menyebut kemampuan beradaptasi dengan bahasa Inggris menjadi salah satu tantangan selama mengikuti perkuliahan. Ia pun berusaha mempertahankan pencapaian akademiknya hingga akhirnya dapat menyelesaikan studi tepat waktu.

“Arti wisuda bagi aku adalah kemenangan, kemenangan dan juga kebebasan, akhirnya kita bisa melepas gelar mahasiswa dan mulai terjun ke masyarakat,” kata Sabella.

Sementara itu, Edo, wisudawan alih jenjang dari D3, mengatakan salah satu tantangan yang harus diselesaikan selama kuliah adalah laporan akhir MBKM dan artikel. Tugas tersebut harus diselesaikan dalam batas waktu yang telah ditentukan agar dapat dikonversikan dengan mata kuliah dan menjadi bagian dari penyelesaian studinya.

Edo mengatakan dukungan orang tua, keluarga, serta dosen pembimbing turut membantu dirinya menyelesaikan pendidikan. Ia juga menyebut keinginannya untuk mewujudkan harapan orang tua menjadi salah satu hal yang diperjuangkan selama kuliah.

“Impian orang tua biar anaknya sekolah sampai jadi sarjana,” ujar Edo.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Dimas berencana bekerja. Sabella berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang ekstensi S1 sekaligus mencari pekerjaan, sedangkan Edo berencana mencari pekerjaan di bidang peternakan sesuai dengan jurusannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....