Musim Kemarau, Petani Banjarnegara Raup Rp 40 Juta dari Bawang Merah

  • 21 Sep 2026 11:44 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara – Musim kemarau tidakselalu menjadi tantangan bagi petani di Kabupaten Banjarnegara. Sejumlah petani justru memanfaatkan kondisi cuaca kering untuk membudidayakan bawang merah.

Salah satunya Widi Nur Khanafi, petani asal Dusun Pedali, Kelurahan Parakancanggah, Kabupaten Banjarnegara. Ia memilih menanam bawang merah di lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi saat musim kemarau.

Menurut Widi, kondisi cuaca pada musim kemarau mendukung pertumbuhan bawang merah karena intensitas cahaya matahari lebih maksimal.

"Kemarau justru bisa dimanfaatkan untuk menanam bawang merah. Cahaya matahari lebih banyak sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik," ujar Widi.

Selain itu, kondisi lahan yang lebih kering dinilai dapat menekan risiko serangan sejumlah hama dan penyakit pada tanaman.

Setelah melalui masa tanam sekitar 60 hari, Widi dapat memanen hingga dua ton bawang merah dari lahan tersebut.

Dari hasil panen itu, keuntungan yang diperoleh bisa mencapai sekitar Rp 40 juta. Namun, besarnya keuntungan bergantung pada harga jual bawang merah dan biaya produksi.

Meski memberikan hasil yang menjanjikan, petani yang membudidayakan bawang merah di Banjarnegara masih relatif sedikit.

Sebagian petani masih memilih komoditas lain yang lebih umum dibudidayakan di wilayah tersebut.

Bagi Widi, bawang merah menjadi salah satu pilihan untuk memanfaatkan lahan selama musim kemarau. Selain menghasilkan panen, komoditas tersebut juga dinilai membuka peluang usaha baru bagi petani di Banjarnegara.

"Ini bisa menjadi alternatif bagi petani saat musim kemarau. Hasilnya cukup menjanjikan," kata Widi. (jkw)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....