Amanah Sosial juga Mengajarkan untuk Tidak Mudah Berprasangka

  • 20 Sep 2026 17:48 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Menjaga amanah dalam kehidupan bermasyarakat tidak hanya berkaitan dengan menjalankan tanggung jawab, tetapi juga bagaimana seseorang bersikap terhadap orang lain. Salah satunya dengan tidak mudah berprasangka buruk sebelum mengetahui keadaan yang sebenarnya.

Ustadz Dr. Sofiyulloh, M.H.I., dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto (19/09/2026) menjelaskan bahwa seseorang perlu menyikapi orang lain berdasarkan hal yang terlihat atau terbukti. Menurutnya, sesuatu yang belum diketahui secara nyata tidak seharusnya langsung menjadi dasar untuk menilai seseorang.

“Kita hukumi yang zahir-zahir saja. Kalau memang tidak zahir, kita tidak boleh berprasangka buruk.” kata Ustadz Sofiyulloh.

Ia menambahkan, sikap waspada tetap diperlukan, tetapi tidak boleh berkembang menjadi prasangka yang membuat seseorang langsung memberikan penilaian buruk kepada orang lain. Menurutnya, prinsip tersebut juga berkaitan dengan tanggung jawab sosial karena setiap orang perlu menjaga hubungan baik dengan sesama.

Ustadz Sofiyulloh menegaskan, amanah sosial pada akhirnya harus diwujudkan melalui keberadaan seseorang yang memberikan manfaat bagi lingkungan. Sikap waspada tetap diperlukan, tetapi tidak seharusnya membuat seseorang langsung berprasangka buruk kepada orang lain.

“Jadikan diri kita itu punya peran di tengah-tengah masyarakat. Jangan jadi beban... Jadilah apapun yang ada pada diri kita bermanfaat untuk semua.” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....