Algoritma Media Sosial Jadi Tantangan Jurnalisme Verifikatif
- 19 Sep 2026 08:51 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas — Perkembangan algoritma media sosial menjadi tantangan bagi media dalam mempertahankan praktik jurnalistik yang verifikatif. Kecepatan penyebaran informasi membuat media dituntut tetap mengutamakan konfirmasi dan akurasi.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyumas, Lilik Darmawan, mengatakan algoritma media sosial turut menentukan visibilitas sebuah konten. Konten yang mendapatkan banyak views, like, share, dan retensi cenderung lebih mudah mendapatkan perhatian audiens.
“Algoritma itu sebetulnya tidak netral dalam distribusi perhatiannya,” ujar Lilik saat menjadi pembicara di acara Forum Group Discussion (FGD) bertema “Demokrasi di Era Digital”.
Menurutnya, sistem rekomendasi dapat membuat pengguna lebih sering menerima informasi yang sesuai dengan preferensi sebelumnya.
Lilik mengatakan kondisi tersebut dapat membentuk filter gelembung dalam konsumsi informasi masyarakat. Pengguna berpotensi lebih banyak menerima informasi yang sejalan dengan ketertarikan dan kebiasaan mereka.
Menurut Lilik, perubahan tersebut juga memengaruhi cara masyarakat mengonsumsi berita. Video pendek dan konten yang memiliki daya tarik kuat semakin banyak digunakan untuk mendapatkan perhatian audiens.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bagi media mainstream yang tetap harus menjaga kelengkapan informasi. Media tidak hanya dituntut cepat dalam menyampaikan berita, tetapi juga harus memastikan informasi telah melalui proses verifikasi.
Lilik mengatakan kecepatan informasi di media sosial terkadang tidak diikuti proses verifikasi yang memadai. Kondisi tersebut dapat membuat masyarakat menerima informasi hanya berdasarkan potongan konten tanpa memahami konteks secara utuh.
Menurutnya, media perlu mempertahankan jurnalistik verifikatif di tengah perubahan ekosistem informasi. Bentuknya dapat dilakukan melalui pemberitaan mendalam, hard news, hingga liputan investigasi.
Lilik juga mendorong media untuk beradaptasi dengan format penyajian informasi yang lebih sesuai dengan perkembangan audiens. Adaptasi tersebut tetap perlu dilakukan tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik dan akurasi informasi.
Selain itu, ia menilai wartawan perlu meningkatkan literasi terhadap cara kerja algoritma media sosial. Menurutnya, algoritma terus berkembang sehingga pemahaman terhadap sistem distribusi konten perlu diperbarui.
“Yang penting sekarang adalah cepat, tetapi juga tepat, verifikatif, dan akurasi,” katanya. Ia menilai prinsip tersebut penting agar media tetap dapat dipercaya di tengah derasnya arus informasi.
Lilik berharap media mampu mempertahankan kualitas jurnalistik sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku audiens. Dengan demikian, media tetap dapat menyajikan informasi yang akurat dan lengkap di tengah persaingan perhatian di media sosial. (Nurul Saputri)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....