HUT ke-81, PMI Banyumas Perkuat Layanan Kemanusiaan dan Kebencanaan

  • 17 Sep 2026 11:21 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Memasuki usianya yang ke-81 tahun, Palang Merah Indonesia (PMI) terus memperkuat peran dan pelayanannya di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang kebencanaan dan pelayanan darah. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Markas PMI Kabupaten Banyumas, Ariono Purwanto.

Ariono menjelaskan bahwa sejak awal berdiri, fokus utama PMI adalah bergerak di bidang kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Dalam penanggulangan bencana, PMI kini bersinergi erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta berbagai elemen relawan lain.

"Di dalam situasi tanggap darurat, kami bermitra bersama-sama turun langsung ke masyarakat. Peran spesifik PMI difokuskan pada layanan kesehatan, operasional dapur umum, hingga penyaluran bantuan logistik Natura bagi para korban bencana," ujar Ariono.

Selain kebencanaan, pelayanan penyediaan darah menjadi salah satu amanat penting pemerintah sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018. Ariono mengungkapkan, berkat tingkat kesadaran masyarakat Banyumas yang semakin tinggi, PMI Banyumas saat ini tidak lagi mewajibkan donor pengganti bagi pasien yang membutuhkan darah.

"Stok darah kami saat ini mencukupi. Setiap bulannya PMI Banyumas mampu memproduksi sekitar 6.000 kantong darah siap pakai untuk memenuhi kebutuhan medis masyarakat," kata Ariono menambahkan.

Tak hanya fokus pada pilar utama seperti donor darah dan 3 unit fasilitas klinik kesehatan (Klinik Utama Adhyaksa, Klinik Pratama Kalibener, dan Klinik Pratama Sokaraja), PMI Banyumas juga memiliki program kepedulian khas daerah (muatan lokal), salah satunya adalah jaminan bantuan dasar hidup bagi penderes kelapa yang mengalami kecelakaan jatuh dari pohon.

"Setiap ada laporan penderes jatuh di Kabupaten Banyumas, kami wajib memberikan bantuan dasar hidup selama sekitar 10 hari. Program lainnya meliputi bantuan kursi roda produktif, sunat gratis, pembuatan jamban, hingga penanganan darurat kesehatan masyarakat," terangnya.

Guna menunjang seluruh operasional tersebut, PMI Banyumas terus memperkuat kapasitas sumber daya relawannya. Pada tahun 2026, PMI Banyumas baru saja merekrut 16 relawan Korps Sukarela (KSR) dan 20 Tenaga Sukarela (TSR) yang memiliki keahlian spesifik seperti keperawatan, pengemudi, hingga teknik pertolongan pertama.

Meskipun kerap dihadapkan pada tantangan keterbatasan dana operasional serta armada kendaraan, PMI Banyumas mengatasinya dengan menerapkan sistem prioritas bantuan bagi warga kurang mampu serta memperkuat komunikasi jejaring hingga tingkat kecamatan, desa, dan RT/RW.

Di samping itu, akuntabilitas organisasi juga terus dijaga melalui laporan pertanggungjawaban publik dan audit berkala oleh akuntan publik.

"Mengingat Banyumas merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas, komunikasi, dan semangat saling membantu sesama," tutur Ariono menutup perbincangan. (Fahira Dinda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....