Gelar Wicara Parenting Ajak Orang Tua Pahami Emosi Anak
- 16 Sep 2026 16:04 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Gelar wicara parenting mengajak orang tua lebih peka memahami emosi anak. Orang tua juga perlu mengelola emosi diri sebelum merespons perilaku anak.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam gelar wicara Festival Literasi Banyumas 2026. Kegiatan mengangkat tema “Literasi Emosi Keluarga: Membaca Perasaan Anak, Mengelola Kewarasan Orang Tua”.
Salah satu pemateri sekaligus Akademisi dan Psikolog, Dr. Henie Kurniawati, S.Psi., M.A. mengatakan, reaksi pertama orang tua dapat terekam dalam ingatan anak. Karena itu, orang tua perlu memberi jeda sebelum merespons emosi anak.
“Kalau misalkan anak tantrum, kita tantrum, anak semakin menambah ketantrumannya,” ujar Henie. Menurutnya, kondisi tersebut membuat persoalan sulit diselesaikan dengan baik.
Henie menyarankan orang tua menenangkan diri sebelum kembali berkomunikasi dengan anak. Salah satunya melalui pengaturan pernapasan ketika menghadapi emosi yang meningkat.
Orang tua juga perlu menghindari ucapan yang dapat melukai perasaan anak. Respons yang lebih terkendali dapat membantu membangun komunikasi keluarga yang sehat.
Pemateri lainnya sekaligus Akademisi dan Psikolog, Rahmawati Wulansari, M. Si, memperkenalkan teknik grounding 5-4-3-2-1. Teknik tersebut membantu mengalihkan fokus ketika seseorang mulai mengalami peningkatan emosi.
Teknik grounding dilakukan dengan mengenali hal yang dilihat, didengar, disentuh, dicium, dan dirasakan. Cara tersebut dapat digunakan sebagai salah satu upaya membantu mengelola emosi.
Henie mengatakan, tantangan pengasuhan juga dirasakan orang tua yang bekerja. Keterbatasan waktu tidak harus menjadi penghalang membangun kedekatan emosional dengan anak.
Menurutnya, orang tua dapat membangun komunikasi melalui kebiasaan dalam rutinitas sehari-hari. Kualitas interaksi menjadi penting ketika orang tua memiliki kesempatan bersama anak.
“Yang penting sebetulnya kualitas pada saat bertemu, ya, ini yang harusnya dilatih,” kata Henie. Ia juga menyarankan orang tua menenangkan diri sebelum memasuki rumah.
Salah seorang peserta gelar wicara, Cici Fitria Ika Prastiwi, mengaku mendapat pemahaman baru dari kegiatan tersebut. Cici sebelumnya telah mempelajari sejumlah materi mengenai emosi anak.
Ia menyadari anak yang terlihat selalu penurut juga perlu diperhatikan kondisi emosinya. Menurutnya, orang tua tetap perlu mencari tahu alasan di balik perilaku tersebut.
“Anak yang lempeng-lempeng saja, itu ternyata perlu diwaspadai juga,” ujar Cici. Ia menilai orang tua perlu memahami kondisi anak secara lebih mendalam.
Cici berencana menerapkan materi tersebut dengan lebih memperhatikan regulasi emosinya sendiri. Menurutnya, pengelolaan emosi diri menjadi hal utama yang ingin diterapkan.
Gelar wicara tersebut memberikan ruang bagi orang tua memahami emosi anak dan dirinya. Pemahaman tersebut menjadi bagian dari upaya membangun interaksi keluarga dalam keseharian. (Rifda Saridewi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....