Indra Hari Purnama, Local Hero Banjarnegara Ubah Rumah Baca Jadi Gerakan Literasi

  • 15 Sep 2026 15:32 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara - Kegemaran membaca dan mengoleksi buku mengantarkan Indra Hari Purnama membangun Rumah Baca Purnama di Dusun Cikura, Desa Luwung, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Berawal dari ruang sederhana di rumah pada 2018, Rumah Baca Purnama kini berkembang menjadi pusat kegiatan literasi masyarakat.

Tidak hanya menyediakan buku, Rumah Baca Purnama juga mengembangkan berbagai layanan, mulai dari pelatihan menulis, kegiatan anak, bedah buku, pengembangan keterampilan, literasi digital, pendampingan, hingga perpustakaan keliling.

Koleksi buku yang semula hanya menjadi bagian dari kegemaran pribadi Indra kemudian dibuka untuk masyarakat.

Seiring waktu, kegiatan Rumah Baca Purnama tidak lagi hanya berfokus pada aktivitas membaca. Berbagai program juga digelar melalui kolaborasi dengan sekolah, komunitas, pemerintah, hingga dunia usaha.

Perkembangan Rumah Baca Purnama terlihat dari jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut.

Berdasarkan catatan pengelola, pada 2020-2023 rata-rata kunjungan fisik hanya sekitar 11 orang per bulan.

Jumlah itu meningkat menjadi 1.030 pengunjung sepanjang 2024 dan kembali naik menjadi 2.378 pengunjung pada 2025.

Sementara pada Januari-Agustus 2026, jumlah pengunjung offline telah mencapai 1.756 orang. Artinya, rata-rata terdapat sekitar 220 pengunjung setiap bulan.

Pertumbuhan juga terjadi pada layanan digital.

Perpustakaan digital Rumah Baca Purnama mencatat 6.528 penggunaan sepanjang 2024. Angka tersebut melonjak menjadi 29.372 penggunaan pada 2025.

Hingga Agustus 2026, layanan online telah digunakan sebanyak 15.235 kali.

Data tersebut menunjukkan bahwa layanan Rumah Baca Purnama tidak lagi bergantung pada ruang fisik. Pemanfaatan teknologi turut memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan informasi.

Untuk semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat, Rumah Baca Purnama meluncurkan Gerobak Literasi.

Layanan perpustakaan keliling ini membawa buku sekaligus kegiatan literasi langsung ke tengah masyarakat.

Gerobak Literasi mulai beroperasi pada pekan terakhir Juli 2026. Pada Juli, layanan tersebut telah menjangkau 427 orang, sedangkan pada Agustus mencapai 346 orang.

Dengan demikian, dalam dua bulan pertama, Gerobak Literasi telah melayani 773 orang.

Konsep ini menjadi bentuk adaptasi Rumah Baca Purnama terhadap persoalan akses. Jika sebelumnya masyarakat harus datang ke rumah baca, kini layanan literasi yang mendatangi masyarakat.

Perkembangan berbagai program tersebut membuat jangkauan Rumah Baca Purnama semakin luas.

Berdasarkan data pengelola, program pelatihan, pendampingan, dan layanan perpustakaan telah menjangkau lebih dari 29.000 penerima manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sementara itu, akumulasi kunjungan dan penggunaan layanan perpustakaan selama 2024 hingga Agustus 2026 mencapai 56.299 interaksi layanan. Jumlah tersebut belum termasuk 773 layanan melalui Gerobak Literasi.

Pengelola menegaskan, angka tersebut merupakan jumlah kunjungan atau penggunaan layanan, bukan jumlah individu unik. Sebab, satu orang dapat menggunakan lebih dari satu layanan.

Perjalanan Rumah Baca Purnama juga berkembang melalui berbagai kolaborasi.

Salah satu dukungan penting datang pada 2024 dari PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Dukungan tersebut membantu pengembangan fasilitas hingga terwujud gedung Rumah Baca Purnama yang kemudian difungsikan sebagai pusat pembelajaran dan edukasi masyarakat.

Bagi Indra, rumah baca bukan sekadar tempat menyediakan buku. Literasi harus mampu mendorong masyarakat untuk terus belajar, berkarya, meningkatkan keterampilan, serta membuka kesempatan untuk berkembang.

Peran Indra dalam gerakan literasi juga semakin luas. Ia dipercaya memimpin Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Banjarnegara periode 2026-2031.

Dari rumah sederhana di Dusun Cikura, kegemaran Indra mengoleksi buku berkembang menjadi gerakan yang membuka akses pengetahuan bagi masyarakat.

Rumah Baca Purnama kini tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga tumbuh sebagai ruang belajar, pengembangan keterampilan, dan pusat gerakan literasi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....