Peserta ICOLGAS 2026 Berkesempatan Kunjungi Nusakambangan
- 14 Sep 2026 13:33 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Konferensi internasional tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan akademik. Peserta The 4th International Conference on Law, Governance, and Social Justice (ICOLGAS) 2026 juga mendapat kesempatan melihat langsung praktik hukum dan pemasyarakatan melalui kunjungan ke Nusakambangan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian menarik dari rangkaian ICOLGAS 2026 yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) pada 15–16 September 2026 di Purwokerto. Peserta dijadwalkan mengunjungi sejumlah lembaga pemasyarakatan di Nusakambangan pada Rabu (16/9/2026).
Ketua Panitia ICOLGAS 2026, Prof. Dr. Aryuni Yuliantiningsih, S.H., M.H., mengatakan kunjungan tersebut dirancang sebagai excursion study agar peserta tidak hanya mendapatkan perspektif hukum dari ruang konferensi, tetapi juga mengenal konteks hukum, sosial, dan lingkungan secara lebih dekat.
“Dalam ICOLGAS 2026 terdapat 120 paper yang akan dipresentasikan dan melibatkan sekitar 200 peserta dari lima negara, yaitu Malaysia, Indonesia, India, Australia, dan Jepang. Partisipasi tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi hukum, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan dalam pertukaran gagasan yang lintas disiplin dan lintas negara,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, panitia menyiapkan dua bus yang akan membawa peserta dan panitia menuju Nusakambangan. Peserta dijadwalkan mengunjungi tiga lembaga pemasyarakatan, yakni Lapas Batu, Lapas Kembang Kuning, dan Lapas Permisan.
Di Lapas Batu, peserta akan mendapatkan penyambutan formal serta penjelasan mengenai berbagai jenis lembaga pemasyarakatan. Menurut Aryuni, kunjungan ini menjadi kesempatan khusus bagi peserta karena akses menuju Nusakambangan relatif terbatas.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke Lapas Kembang Kuning. Di lokasi tersebut, peserta akan melihat aktivitas warga binaan, termasuk kegiatan peternakan sapi dan penanaman tanaman yang mendukung ketahanan pangan.
Selanjutnya, peserta akan mengunjungi Lapas Permisan untuk melihat berbagai kegiatan produksi warga binaan. Di antaranya pembuatan batik dan bakery yang menjadi bagian dari aktivitas pembinaan.
Aryuni mengatakan, pengalaman langsung tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta mengenai penerapan hukum dan sistem pemasyarakatan. Kegiatan itu sekaligus memperlihatkan keterkaitan persoalan hukum dengan aspek sosial dan lingkungan di masyarakat.
ICOLGAS 2026 sendiri mengangkat tema “Governing the Future through Local Wisdom: Law, AI, and Community Environmental Resilience for the Sustainable Development Goals.” Konferensi ini membahas tantangan hukum di tengah perkembangan kecerdasan buatan, persoalan lingkungan, serta kebutuhan tata kelola yang adil dan berkelanjutan. (Nurul Saputri)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....