Dewan Pakar Geopark Paparkan Strategi Promosi Geotrail di APGN Syimposiun 2026
- 13 Sep 2026 07:13 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Langkawi: Kebumen UNESCO Global Geopark (UGGp) terus mengembangkan potensi geologi, biodiversitas, dan budaya sebagai daya tarik pariwisata berkelanjutan. Salah satu strategi yang dilakukan adalah mengembangkan geotrail dan mempromosikannya melalui sport tourism serta kegiatan bisnis pariwisata.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pakar Badan Pengelola Geopark Kebumen Dr Ir Chusni Ansori MT dalam 9th Asia Pacific Geoparks Network Symposium 2026 yang berlangsung di Langkawi Malaysia, Kamis (10/9/2026). Tampak menyimak sejumlah Koordinator APGN Prof Jin Xiaochi, Wakil APGN Prof Emeritus Dato’ Dr Ibrahim Komoo dan sejumlah ilmuwan dari berbagai negara.
Dalam paparannya bertajuk “Geotrail in Kebumen UGGp, It's Promoted Through Kebumen Geopark Trail Run and Kebumen Travel Mart”, Chusni menjelaskan bahwa Kebumen memiliki kekayaan geologi yang menjadi fondasi utama pengembangan geopark. Kebumen UGGp mengusung tema “The Glowing Mother Earth of Java” dan mencakup wilayah daratan sekitar 1.138,7 kilometer persegi serta wilayah laut 21,98 kilometer persegi.
Ia menjelaskan bahwa kawasan ini meliputi 22 kecamatan dan 374 desa. Kebumen memiliki dua Kawasan geoheritage utama. Pertama, Karangsambung di bagian utara yang menyimpan bukti lantai samudra purba dan zona subduksi.
Kedua, Karangbolong di bagian selatan dengan karakter bentang alam karst berbentuk kerucut. Kekayaan tersebut diperkuat dengan keberadaan 42 geosite, delapan biosite, dan 24 situs budaya.
Chusni juga menjelaskan, potensi tersebut kemudian dikemas melalui tiga jalur geowisata atau geotrail. Jalur pertama bertema "The True History of Mother Earth and Plate Tectonic Theory" yang diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai sejarah bumi dan teori tektonik lempeng.
Jalur kedua, "The Cave: Natural and Human Life", menawarkan pengalaman memahami proses karstifikasi dan vulkanik sekaligus melihat hubungan antara kehidupan manusia, biodiversitas, dan budaya di kawasan gua. Sedangkan jalur ketig. "The Paradise of Oceanic Warmth & Culture”, mengangkat keindahan kawasan pesisir Kebumen sekaligus memperkenalkan proses geologi dan budaya masyarakat setempat.
“Keunggulan Kebumen UGGp tidak hanya terletak pada ancient land atau bukti geologi berumur Kapur, tetapi juga living nature dan living culture yang berkembang di tengah masyarakat,” demikian substansi paparan Chusni.
Menurutnya, kombinasi tersebut membuka peluang pengembangan berbagai jenis pariwisata, mulai dari geowisata, wisata edukasi, wisata petualangan, pariwisata berbasis masyarakat, hingga MICE. Salah satu strategi promosi yang mendapat perhatian adalah Kebumen Geopark Trail Run (KGTR).
Kegiatan ini menggabungkan olahraga, petualangan, dan promosi destinasi dalam satu rangkaian kegiatan. Rute KGTR dirancang melewati beragam lanskap Kebumen, mulai pantai, perbukitan, hutan hingga desa wisata.
Peserta tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi sekaligus mendapatkan pengalaman langsung menikmati kekayaan alam dan geologi geopark. Pada 2025, KGTR diikuti sekitar 1.600 pelari dengan kategori 3, 7, 14 dan 21 kilometer. Pada 2026, kategori diperluas menjadi 7, 17, 30 dan 50 kilometer, dengan perputaran dana yang disebut mencapai lebih dari Rp1 miliar di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

Dalam materi presentasinya, peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sumberdaya Geologi pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu, memperlihatkan konsep night running, cave trail, hingga rute yang melintasi kawasan pesisir. Format tersebut menjadi salah satu cara untuk menjangkau segmen wisatawan muda melalui wisata olahraga bernilai tinggi.
Selain KGTR, Kebumen Travel Mart 2026 menjadi instrumen lain untuk memperluas pemasaran destinasi geopark. Kegiatan tersebut memadukan B2B tabletop, business matching, dan kegiatan budaya.
Dalam paparannya,ia menyebut kegiatan itu mempertemukan 258 buyer dari berbagai daerah di Indonesia dan 14 peserta dari Malaysia dengan 60 seller dari Kebumen dan wilayah Jawa. Kegiatan budaya yang menjadi bagian dari Travel Mart juga menarik lebih dari 3.000 pengunjung lokal.
Nilai perputaran dana selama kegiatan tersebut disebut mencapai lebih dari Rp2 miliar. Konsep tersebut tidak hanya memasarkan destinasi, tetapi juga produk makanan, suvenir, serta berbagai produk ekonomi kreatif masyarakat.
Pengembangan pariwisata berbasis geopark juga diperkuat melalui kebijakan pemerintah daerah. Salah satunya melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pengembangan Geopark Kebumen.
Selain itu, Kebumen telah menyiapkan master plan pengembangan geopark periode 2025–2034 serta memasukkan pengembangan geopark dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah. Menurut Chusni, penguatan branding geopark mulai menunjukkan dampak terhadap aktivitas pariwisata dan perekonomian daerah.
Merujuk penelitian Yunianto dan tim pada 2026, disebutkan sejumlah indikator pembangunan berkelanjutan di Kebumen menunjukkan perkembangan positif sejak penguatan kelembagaan geopark. Aktivitas pariwisata disebut tumbuh, antara lain melalui peningkatan akomodasi sekitar 5,33 persen per tahun dan kunjungan wisatawan 13,98 persen per tahun.
Pertumbuhan tersebut juga dikaitkan dengan terbukanya kesempatan kerja, meningkatnya tingkat partisipasi angkatan kerja, penurunan tingkat pengangguran, pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan IPM. Chusni menegaskan bahwa kekuatan Kebumen UGGp berada pada keterhubungan antara geologi, alam, dan kehidupan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, geopark tidak hanya diposisikan sebagai kawasan untuk melihat bentang alam, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, petualangan, interaksi budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat. Pengembangan geotrail melalui KGTR dan KTM menjadi bagian dari strategi untuk membawa kekayaan geologi Kebumen ke pasar pariwisata yang lebih luas.
"Geopark bukan hanya tentang batuan dan bentang alam, tetapi juga bagaimana kekayaan geologi terhubung dengan biodiversitas, budaya, dan kehidupan masyarakat,” menjadi benang merah dari paparan Chusni dalam forum geopark tingkat Asia-Pasifik tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....