Hadiri APGN Symposium 2026, Geopark Kebumen Perkuat Jejaring Internasional
- 13 Sep 2026 07:13 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, LANGKAWI: Geopark Kebumen UNESCO Global Geopark (UGGp) turut ambil bagian dalam Asia-Pacific Geoparks Network (APGN) Symposium 2026 yang berlangsung di Langkawi UNESCO Global Geopark, Malaysia, 7–10 September 2026. Kehadiran delegasi Geopark Kebumen menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring geopark di tingkat Asia-Pasifik sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dan kerja sama internasional.
Delegasi Geopark Kebumen terdiri atas Ketua Dewan Pakar Badan Pengelola Geopark Kebumen UNESCO Global Geopark, Dr. Ir. Chusni Ansori, MT, dan Anggota Badan Pengelola Geopark Kebumen, Supriyanto. Perjalanan delegasi menuju Malaysia sempat mengalami kendala akibat dampak letusan Gunung Anak Krakatau yang mengganggu operasional penerbangan.
Setelah menghadapi hambatan perjalanan tersebut, delegasi Geopark Kebumen tetap dapat menghadiri rangkaian kegiatan APGN Symposium 2026. APGN Symposium 2026 mempertemukan komunitas geopark, peneliti, akademisi, pendidik, pegiat konservasi, praktisi pariwisata, serta masyarakat dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik dan wilayah lainnya.
Penyelenggara mencatat sekitar 590 peserta dari 22 negara mengikuti kegiatan tersebut. Forum ini juga menghadirkan lebih dari 100 geopark, yang mencakup UNESCO Global Geoparks, geopark nasional, serta geopark yang sedang mengembangkan statusnya.
Delegasi geopark Indonesia yang tergabung dalam Jaringan Geopark Indonesia (JGI) juga mewarnai event dua tahunan tersebut. Lebih dari 190 makalah dipresentasikan dan 35 poster ilmiah ditampilkan.
Dr Chusni Ansori juga mempresentasikan makalah berjudul “Geotrail in Kebumen UGGp, It's Promoted Through Kebumen Geopark Trail Run and Kebumen Travel Mart". Selain itu, sebanyak 36 geopark juga berpartisipasi dalam Geopark Fair sebagai ruang promosi, pertukaran informasi, serta pengembangan jejaring antar-geopark.
Dr. Chusni Ansori juga menjelaskan bahwa bagi Geopark Kebumen, forum APGN menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi geopark sekaligus membangun komunikasi dengan geopark lain di kawasan Asia-Pasifik. Pertemuan tersebut juga membuka ruang bagi pertukaran pengalaman dalam pengelolaan warisan geologi, konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan geowisata berkelanjutan.
"Kehadiran Geopark Kebumen di Langkawi memperkuat posisi jejaring internasionalnya di tengah semakin berkembangnya kerja sama geopark di kawasan Asia-Pasifik," ujar Chusni Ansori, Kamis (10/9/2026).
Anggota BP Geopark Kebumen Supriyanto menyebutkan bahwa mengikuti kegiatan itu ia belajar banyak dari geopark di kawasan Asia Pasifik terkait pengelolaan geopark. Banyak yang relevan dan bisa diadaptasikan ke Kebumen dalam hal pengelolaan warisan geologi, konservasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan geowisata.
"Yang jelas, membuka perspektif baru dalam pengelolaan geopark," ujarnya.

Dorong Kolaborasi dan Ketahanan Iklim
APGN Symposium 2026 sekaligus menegaskan bahwa pengembangan geopark tidak berhenti pada pelestarian situs geologi. Kolaborasi internasional, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, konservasi, dan geowisata berkelanjutan menjadi bagian penting dalam membangun masa depan geopark di kawasan Asia-Pasifik.
Koordinator APGN, Prof. Jin Xiaochi dari China menekankan pentingnya kontribusi seluruh geopark dalam mengembangkan jaringan geopark di kawasan Asia-Pasifik. Menurutnya, APGN kini menjadi jaringan yang menaungi 99 geopark di kawasan Asia dan Pasifik.
Ia juga mengapresiasi kerja keras tim Langkawi dalam menyelenggarakan symposium serta keterlibatan mahasiswa dan generasi muda dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan generasi muda dinilai penting karena mereka dapat membawa nilai-nilai geopark dan menyebarkan semangat konservasi kepada masyarakat secara lebih luas.
Sementara itu, Presiden Global Geoparks Network, Prof. Artur Sa, menyampaikan apresiasi kepada Langkawi UNESCO Global Geopark atas penyelenggaraan symposium. Ia menyoroti tema geowisata yang menjadi salah satu fokus utama APGN 2026.
Menurut Artur Sa, sekitar 550 juta wisatawan setiap tahun mengunjungi 241 geopark yang tersebar di 51 negara. Angka tersebut menunjukkan besarnya peran geopark dalam pengembangan pariwisata berbasis warisan geologi sekaligus edukasi dan konservasi.
Ia juga menekankan peran geopark dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim dan membantu mengurangi dampak krisis iklim.
"Geoparks should act as climate resilience territories," ujar Artur Sa dalam keynote presentation-nya.
Pernyataan tersebut menempatkan geopark bukan hanya sebagai kawasan dengan kekayaan geologi, tetapi juga sebagai wilayah yang memiliki peran dalam membangun ketahanan masyarakat dan lingkungan menghadapi perubahan iklim.
Rangkaian APGN Symposium 2026 juga diisi dengan pembukaan Geopark Fair, sesi ilmiah, pertukaran pengalaman, serta pertemuan antar-delegasi geopark. Para peserta mengikuti official dinner reception yang diresmikan oleh Deputy Minister of Natural Resources and Environmental Sustainability (NRES) Malaysia. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan International Day of Caves and Karst.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....