Kebumen Travel Mart 2026 Siap Dongkrak Wisata, Bidik 200 Buyer Mancanegara

  • 07 Agt 2026 10:20 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kebumen: Kabupaten Kebumen bersiap menjadi pusat pertemuan pelaku industri pariwisata melalui penyelenggaraan Kebumen Travel Mart 2026 yang akan berlangsung pada 27–29 Agustus 2026. Kegiatan yang digagas Asosiasi Pelaku Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Kabupaten Kebumen bersama pelaku wisata dan diaspora ini ditargetkan mampu memperluas promosi destinasi wisata Kebumen hingga pasar internasional.

Kegiatan akan dipusatkan di Benteng Van der Wijck, Gombong, dengan agenda business matching antara pelaku usaha wisata (seller) dan pembeli paket wisata (buyer). Serta kunjungan ke sejumlah destinasi unggulan dan kawasan Geopark Kebumen.

Ketua penyelenggara, Rike Sumangkut, mengungkapkan hingga saat ini sudah terdapat 140 buyer yang memastikan kehadirannya dari target 200 peserta. Para buyer berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara, termasuk Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Uzbekistan.

"Untuk seller kami menargetkan 50 pelaku wisata, terdiri atas 30 pelaku usaha dari Kebumen dan sisanya dari Jawa Tengah serta DIY. Sementara buyer yang sudah memastikan hadir sebanyak 140 orang, termasuk 15 peserta dari Langkawi, Malaysia," kata Rike dalam jumpa pers di Sasana Pambiwara Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kebumen, Kamis (6/8/2026).

Jumpa pers tersebut turut dihadiri Ketua Umum Induk Warga Asal Kebumen (IWAKK) Walet Emas, Mayjen TNI (Purn) Ibnu Dharmawan, mantan Duta Besar RI untuk Rusia Wahid Supriyadi, serta Kepala Dinas Kominfo Kebumen Wahyu Siswanti.

Kepala Dinas Kominfo Kebumen, Wahyu Siswanti, menegaskan Pemerintah Kabupaten Kebumen mendukung penuh penyelenggaraan Kebumen Travel Mart sebagai bagian dari strategi memperkuat promosi daerah. Menurutnya, pemerintah saat ini dituntut memiliki semangat kewirausahaan dalam memasarkan berbagai potensi yang dimiliki daerah, mulai dari sektor pariwisata hingga ekonomi kreatif.

"Kami di era sekarang dituntut menjadi pemerintah yang entrepreneurship, menjual semua potensi wisata dan ekonomi yang ada," ujarnya.

Sementara itu, mantan Dubes RI untuk Rusia, Wahid Supriyadi, menyampaikan bahwa dirinya terpanggil untuk membantu mengenalkan Kebumen kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara. Menurutnya, Kebumen memiliki modal besar berupa keindahan pantai, kawasan Geopark Kebumen yang telah mendapat pengakuan UNESCO, serta kekayaan kuliner lokal.

Wahid mengungkapkan, berdasarkan data yang dimilikinya, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Kebumen masih sangat rendah, yakni hanya sekitar 11 orang dalam setahun. Kondisi tersebut menjadi motivasi untuk memperluas promosi destinasi wisata Kebumen melalui jaringan agen perjalanan, pelaku industri wisata, media, hingga kreator konten.

Ia juga berharap Kebumen dapat berkembang menjadi kota wisata yang bersih, hijau, nyaman, dan ramah bagi pejalan kaki sehingga mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan. Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, Frans Haidar, menjelaskan bahwa Agustus menjadi bulan yang penuh dengan agenda wisata dan budaya di Kebumen.

Selain peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Kebumen ke-397, masyarakat juga akan disuguhkan berbagai kegiatan seperti Kebumen Fest, pertunjukan seni dan musik, festival lampion, hingga grebeg budaya.

Menurut Frans, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, menggerakkan sektor kuliner, memperkuat ekonomi kreatif, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami menargetkan semakin banyak event dan festival yang digelar dapat mendorong kemajuan sektor pariwisata, kuliner, dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian masyarakat," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....