Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau Tidak Terdeteksi di Purbalingga
- 07 Sep 2026 15:43 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, PURBALINGGA – Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa potensi sampainya abu vulkanik ke wilayah Jawa Tengah sangat bergantung pada pergerakan dan arah angin di berbagai lapisan atmosfer.
Pantauan di wilayah kabupaten Purbalingga, paparan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dilaporkan belum sampai ke wilayah Kabupaten Purbalingga, yang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah.
Hingga saat ini, aktivitas kehidupan dan kegiatan ekonomi masyarakat di Purbalingga berlangsung normal seperti biasa.Warga Purbalingga memantau situasi ini dengan cermat sembari memanjatkan doa agar dampak erupsi tidak meluas.
Wijayanti Nur Aida, warga Desa Majasem, mengaku khawatir jika erupsi berlanjut mengingat riwayat letusan dahsyat Krakatau.
Sebagai masyarakat awam yang tidak bisa memprediksi paparan abu vulkanik tersebut, Wijayanti berharap Purbalingga tidak terkena paparan abu vulkanik erupsi gunung anak Krakatau dan jikapun tertapar ia berharap tidak terlalu tebal.
"Harapannya sih tidak meletus lagi. Meskipun ini hanya anakannya, takutnya malah bisa lebih dahsyat. Karena kita masyarakat awam tidak bisa memprediksi, harapannya tidak sampai terkena abu vulkanik di sini. Kalaupun kena, semoga tidak terlalu tebal," ujarnya Senin ( 7/9/2026).
Empati juga disampaikan oleh Erlina, warga Desa Panican. Selain berharap angin tidak membawa abu ke arah Purbalingga, ia turut memikirkan kondisi masyarakat di daerah yang sudah lebih dulu terdampak.
"Semoga semuanya cepat berlalu. Kasihan warga di wilayah terdampak, pasti kesehatan dan aktivitasnya sangat terganggu, terutama pedagang kecil dan PKL yang cari nafkah di luar jadi tidak bisa berjualan," tutur Erlina.
Ia juga berharap pemerintah segera turun tangan memberikan penanganan serta bantuan medis mendesak di lokasi bencana.Erlina juga berharap, pemerintah memberikan perhatian khusus dan bantuan seperti masker, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.
"Semoga pemerintah memberikan perhatian khusus dan bantuan seperti masker, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....