Kebakaran Lahan Merambat ke Hutan, Warga dan Polisi Turun Tangan
- 05 Sep 2026 20:18 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap - Kebakaran lahan milik warga merambat ke kawasan hutan Perhutani terjadi di Desa Bantarmangu, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jumat (4/9/2026) sore. Kebakaran terjadi di kawasan Perhutani Petak 31 G TKL Jati RPH Cimanggu, BKPH Cimanggu, KPH Banyumas Barat.
Api diketahui sekitar pukul 15.08 WIB setelah kebakaran dari lahan warga membesar dan merambat ke kawasan hutan.
Sebelumnya, sekitar pukul 13.00 WIB, pemilik lahan melakukan penebangan pohon. Sisa hasil tebangan kemudian dibersihkan dengan cara dibakar. Awalnya api masih terkendali dan terlihat sudah padam sehingga pemilik meninggalkan lokasi.
Namun, sisa bara diduga kembali menyala setelah tertiup angin. Api kemudian membesar dan merambat ke lahan Perhutani.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Cimanggu bersama Forkopimcam, Koramil 014 Cimanggu, Perhutani, Pemerintah Desa Bantarmangu, UPTD PKBD Majenang BPBD Kabupaten Cilacap, relawan dan masyarakat langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Begitu kami menerima laporan kebakaran, anggota langsung ke lokasi bersama warga dan unsur lainnya. Upaya tersebut dilakukan agar api tidak semakin meluas ke kawasan hutan,” ujar Kasi Humas Polresta Cilacap Ipda Galih Soecahyo, S.H.
Pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Api berhasil dijinakkan sekitar pukul 17.00 WIB. Karena lokasi cukup jauh dari sumber air, petugas memanfaatkan stok galon dan tas siaga air kebakaran untuk membantu proses pemadaman.
Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 0,2 hektare, terdiri atas sekitar 0,1 hektare lahan warga dan 0,1 hektare kawasan Perhutani. Sejumlah tanaman milik Perhutani juga turut terbakar. Sementara nilai kerugian materiil masih dalam proses pendataan.
Meski api telah padam, petugas bersama Perhutani, BPBD, pemerintah desa, relawan dan warga tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api.
“Setelah api padam, kami tidak langsung meninggalkan lokasi. Petugas bersama Perhutani, BPBD, pemerintah desa, relawan dan warga tetap melakukan pemantauan karena bara bisa saja muncul kembali,” kata Ipda Galih.
Galih mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika membersihkan lahan di tengah musim kemarau.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati. Jangan sembarangan membakar lahan, dan kalau memang harus dilakukan, pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Jangan sampai kelalaian justru menyebabkan kebakaran meluas dan merugikan warga maupun lingkungan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....