87 Kebakaran Terjadi di Cilacap hingga Agustus 2026, 54 di Permukiman

  • 02 Sep 2026 19:25 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap : Sebanyak 87 peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Cilacap sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, kawasan permukiman warga menjadi lokasi yang paling banyak terdampak, dengan 54 kejadian. Bahkan, sepanjang Agustus 2026 saja, Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap mencatat sekitar 22 kejadian kebakaran.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan mayoritas kebakaran disebabkan oleh faktor kelalaian manusia atau human error dan korsleting listrik.

Berdasarkan rekapitulasi Damkar Cilacap, selain 54 kejadian di permukiman, kebakaran juga terjadi di 22 tempat usaha, tujuh kejadian di lahan, serta empat kejadian di lokasi lainnya.

"Untuk penyebabnya kebakaran didominasi oleh korsleting listrik 36 kejadian, enam kejadian berkaitan dengan tungku atau gas, serta tiga kejadian dipicu bara rokok maupun korek api, kemudian human eror ada 42 kali kejadian," katanya.

Dampak kebakaran tersebut cukup besar. Sebanyak 73 bangunan mengalami kerusakan, sementara total kerugian material selama delapan bulan diperkirakan mencapai Rp2,9 miliar.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan satu orang luka-luka, keruguannya sampai hari ini sekitar Rp 2,9 miliar," katanya.

Wilayah yang mendominasi terjadinya kebakaran ada di wilayah kota Cilacap, Kroya, Bantarsari, Sidareja dan Majenang.

Untuk menekan angka kejadian kebakaran, Damkar Cilacap terus melakukan kegiatan pencegahan kebakaran melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Hingga Agustus 2026, tercatat telah dilakukan 207 kegiatan edukasi yang menyasar sekitar 13.458 warga. Serta ada inspeksi bangunan gedung 14 kali.

"Upaya pencegahan, upaya penjagaan dan inspeksi proteksi kebakaran kita lakukan secara terus menerus dan harapannya adalah karena upaya pencegahan lebih baik daripada operasi pemadam kebakaran," katanya.

Selain melakukan pemadaman, petugas Damkar juga menjalankan berbagai layanan penyelamatan nonkebakaran.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, petugas telah 417 kali mengevakuasi sarang tawon, menangani 91 evakuasi ular, delapan kali menangani hewan liar lainnya, serta 75 kali membantu melepaskan cincin yang kekecilan di jari warga.

Gatot mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi kebakaran yang disebabkan kelalaian dan korsleting listrik.

Masyarakat diminta rutin memeriksa instalasi listrik serta memastikan seluruh peralatan listrik digunakan dengan aman. Warga juga diingatkan tidak meninggalkan dapur ketika tungku atau kompor gas masih menyala.

Memasuki musim kemarau, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan saat membakar sampah. Masyarakat diminta memastikan api benar-benar padam dan tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran lahan.

Damkar Cilacap menekankan bahwa langkah pencegahan sederhana dapat membantu mengurangi risiko kebakaran sekaligus mencegah kerugian yang lebih besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....