Program I-SEE Targetkan Deteksi Dini Kesehatan Mata di Purbalingga
- 28 Agt 2026 02:16 WIB
- Purwokerto
RRI CO.ID, Purbalingga – Pemerintah Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dengan Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) meluncurkan Program Inclusive System for Effective Eye Care (I-SEE) di Operational Room Graha Adiguna Kompleks Kantor Bupati Purbalingga.
Prosesi kick-off dimulainya komitmen bersama tersebut ditandai dengan penabuhan alat musik tradisional secara bersama-sama oleh Direktur YSKK Iwan Setiyoko, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan Tri Gunawan Setiadi, serta Sekretaris Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Purbalingga Teguh Wibowo.
Direktur YSKK, Iwan Setiyoko, menjelaskan bahwa Program I-SEE berfokus pada penyediaan pelayanan kesehatan mata yang efektif, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Di Jawa Tengah, Kabupaten Purbalinga, Banjarnegara dan Wonosobo dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program didasarkan pada hasil asesmen YSKK di Jawa Tengah pada tahun 2025," katanya, Kamis (27/8/26).
"Pemilihan lokasi ini dilandasi dua hal utama. Pertama, berbasis kebutuhan di mana kasus gangguan penglihatan di Purbalingga masih lumayan tinggi. Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat ada 338 kasus operasi katarak, yang artinya rata-rata 30 hingga 40 kasus ditangani setiap bulan," ujar Iwan.
Faktor kedua yang tidak kalah penting adalah komitmen dari pemerintah daerah. Menurut Iwan, komitmen Pemkab Purbalingga menjadi kunci utama dalam menjamin keberlanjutan program setelah periode pendampingan selesai.
"Dari 338 kasus katarak di Purbalingga, sekitar 50 persen penderita awalnya tidak menyadari bahwa mereka mengidap katarak, akibatnya, kondisi penglihatan memburuk dan terlambat mendapatkan penanganan medis.
"Oleh karena itu, Program I-SEE menekankan pada upaya promosi kesehatan, pencegahan (preventif), dan deteksi dini," terangnya.
Untuk mendukung keberhasilan program, YSKK bersama Pemkab Purbalingga telah menyusun langkah strategis, diantaranya memperkuat kapasitas Puskesmas melalui pelatihan tenaga kesehatan (nakes), pembenahan tata kelola puskesmas agar lebih inklusif, serta dukungan sarana dan prasarana yang sesuai kebutuhan, baik di tingkat puskesmas maupun rumah sakit, kemudian menjangkau kader kesehatan desa dan tenaga pendidik.
Serta, mendorong terciptanya lingkungan desa yang sadar kesehatan penglihatan serta menginisiasi pembentukan Komite Mata Daerah.
"Implementasi tahap awal akan dimulai pada September mendatang yakni seluruh puskesmas di Kabupaten Purbalingga akan mendapatkan pelatihan teknis. Selain itu, guru SD, SMP, dan SLB juga akan dilatih agar mampu melakukan deteksi dini gangguan penglihatan pada peserta didik di sekolah," terangnya.
"Di tingkat desa, sebanyak empat orang kader per desa akan dibekali kemampuan untuk melakukan deteksi dini kesehatan mata di masyarakat," imbuh Iwan.
Iwan menegaskan bahwa kesehatan penglihatan sangat krusial karena berdampak langsung pada produktivitas, kesejahteraan ekonomi, dan kualitas relasi sosial masyarakat.
"Melalui kolaborasi ini, diharapkan model layanan kesehatan mata inklusif di Purbalingga kelak dapat direplikasi oleh kabupaten-kabupaten lainnya," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....