Unsoed dan Ibaraki University Perkuat Ketangguhan Desa Pascabencana

  • 27 Agt 2026 18:38 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Ibaraki University Jepang memperkuat kolaborasi dalam membangun ketangguhan masyarakat pascabencana melalui International Community Service Program (ICSP) 2026. Program tersebut ditutup melalui Final Report Presentation di Auditorium Fakultas Pertanian Unsoed, Rabu (26/8/2026).

ICSP 2026 mengusung tema Recovery from Natural Disaster dan dilaksanakan di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, selama tujuh hari, 17 hingga 23 Agustus 2026. Program tersebut dikoordinasikan oleh International Relations Office (IRO) Unsoed.

Prof. Tatsuo Sato dari Ibaraki University mengatakan, Desa Serang tidak hanya menjadi lokasi pengabdian, tetapi juga ruang belajar bersama bagi mahasiswa Indonesia dan Jepang dalam membangun masyarakat pedesaan yang lebih tangguh.

Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari perspektif berbeda, membangun komunikasi lintas budaya, serta bekerja sama menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Prof. Sato juga mengapresiasi Unsoed yang selama 10 tahun mendukung kerja sama dengan Ibaraki University.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Unsoed yang telah mendukung kerja sama ini selama 10 tahun. Kami senang menjadi mitra Anda dan berharap kepercayaan serta hubungan yang telah dibangun antarinstitusi akan terus berkembang ke depan,” kata Prof. Sato.

Sementara itu, Direktur IRO Unsoed, Dr. Agus Haryanto mengatakan, hubungan Unsoed dan Ibaraki University tidak hanya berkembang sebagai kemitraan institusional, tetapi juga menjadi hubungan yang erat.

“Kami di IRO Unsoed, Prof. Sato, dan Ibaraki University bukan hanya partner, tetapi juga teman dan bahkan keluarga bagi kami,” ujar Agus.

Pada sesi Final Report Presentation, empat tim mahasiswa Ibaraki University dan dua tim mahasiswa Unsoed mempresentasikan hasil serta pengalaman selama mengikuti program. Presentasi tersebut memperlihatkan perspektif mahasiswa dari kedua negara dalam mempelajari dan menyelesaikan persoalan masyarakat.

Salah satu tim mahasiswa Ibaraki University memaparkan upaya pemulihan masyarakat Desa Serang pascabencana melalui gotong royong, bantuan donasi, penguatan pertanian tumpangsari, serta pemetaan konseptual wilayah terdampak.

Mahasiswa juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan akses air dan keberlanjutan sektor pertanian. Pemulihan pascabencana dinilai perlu dilakukan secara komprehensif dengan memperkuat aspek pencegahan, pendidikan, budaya, dan kesiapsiagaan masyarakat.

Melalui ICSP 2026, Unsoed dan Ibaraki University menegaskan komitmen untuk menjadikan kolaborasi internasional sebagai ruang belajar bersama sekaligus sarana memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Kerja sama tersebut diharapkan terus berkembang melalui berbagai program lanjutan dan memperkuat peran kedua universitas dalam mendukung masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....