Rutan Purbalingga Dorong WBP Semangat Bela Negara

  • 27 Agt 2026 09:23 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, PURBALINGGA - Bulan Agustus menjadi momen penting bagi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Purbalingga untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat bela negara kepada para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kepala Rutan Kelas IIB Purbalingga, Joko Oktavianto, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk hiburan semata, tetapi juga sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian unsur bela negara.

"Memaknai kemerdekaan bagi WBP Purbalingga sangat besar sekali. Salah satu wujud pembinaan kepribadian kami adalah unsur bela negara, di mana menjadi kewajiban kami untuk menumbuhkan sikap nasionalisme. Jadi selain kewajiban kami membina mereka, ini juga wadah bagi mereka untuk mengekspresikan rasa nasionalisme," ujar Joko.

Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus membentuk kepribadian warga binaan yang lebih disiplin, diantaranya perlombaan baik lomba lomba tradisional dan olahraga, cek kesehatan, kebersihan lingkungan, upacara bendera hingga penyerahan remisi.

"Perlombaan tradisional dan pemberian remisi ini berfungsi sebagai motivasi agar warga binaan terdorong menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, kegiatan bersama ini efektif mengikis kejenuhan serta mempererat rasa kebersamaan antara petugas dan warga binaan," terangnya.

Joko turut membagikan pengalamannya saat bertugas di lembaga pemasyarakatan berkategori super maximum security yang menangani 14 narapidana kasus terorisme. Ia membeberkan betapa bertolak belakangnya respons nasionalisme antara WBP di rutan umum dengan napi terorisme.

"Sebelum bertugas di sini, saya bertugas di super maximum security, disana ada 14 teroris. Mereka itu, jangankan mengikuti upacara bendera, mendengarkan lagu Indonesia Raya yang diputar setiap pagi saja tidak mau karena sangat anti-NKRI. Ketika diajak konseling pembinaan dan ditanya mengenai kesetiaan pada NKRI, mereka langsung memasang jarak," ungkapnya.

Ia menambahkan, perlakuan dan wujud pembinaan terhadap kasus terorisme memerlukan pendekatan khusus.

"Makanya ketika WBP kasus terorisme meminta hak-haknya, ada syarat khusus yang wajib dipenuhi, yaitu bersedia berikrar setia kepada NKRI atau istilahnya kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi," jelas Joko.

Melalui seluruh rangkaian acara kemerdekaan di Rutan Purbalingga, Joko berharap peringatan bulan Agustus tidak sekadar dimaknai sebagai terbebasnya bangsa dari penjajahan.

Joko menambahkan, bagi para warga binaan, momen bulan kemerdekaan ini dijadikan pijakan untuk melepaskan belenggu kesalahan masa lalu dan mengibarkan semangat perubahan menuju masa depan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....