Dieng Culture Festival 2026 Perkuat Budaya dan Ekonomi Lokal

  • 26 Agt 2026 07:18 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara - Dieng Culture Festival atau DCF 2026 kembali digelar untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat Dieng. Festival tersebut memadukan tradisi, seni, pariwisata, ekonomi kreatif, dan keterlibatan masyarakat dalam rangkaian kegiatannya.

Koordinator Umum DCF, Alif Faozi mengatakan, festival menjadi ruang perjumpaan antara tradisi, alam, seni, dan masyarakat Dieng. Penyelenggara juga melibatkan masyarakat, pemerintah, akademisi, media, serta pelaku usaha dalam pelaksanaan festival.

Salah satu agenda utama DCF 2026 yakni ritual cukur rambut anak gimbal. Tradisi tersebut menjadi bagian penting yang dipertahankan di tengah perkembangan festival sebagai agenda pariwisata.

“Acara utama festival kami adalah ritual cukur rambut anak gimbal,” kata Alif Faozi.

Selain tradisi, DCF 2026 menghadirkan Kongkow Budaya bersama budayawan dan tokoh masyarakat. Pertunjukan Kiai Kanjeng juga menjadi bagian dari rangkaian acara festival di kawasan Dieng.

Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana mengatakan, pemerintah daerah mendukung DCF sebagai bentuk pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Menurutnya, festival yang dikembangkan Pokdarwis Dieng Pandawa telah memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

“Pemerintah daerah sangat mendukung inisiatif yang dilakukan oleh Pokdarwis Dieng Pandawa sejak 16 tahun lalu,” kata Amalia.

Ia menilai pengembangan wisata berbasis komunitas telah mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Dieng. Perputaran ekonomi tersebut juga terlihat dari tingginya kunjungan wisatawan selama penyelenggaraan DCF.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia yang dikutip pemerintah daerah, DCF 2025 menghasilkan perputaran uang lebih dari Rp40 miliar. Pada 2026, durasi festival dan lama tinggal wisatawan diharapkan turut meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Penguatan ekonomi lokal juga dilakukan melalui keterlibatan pelaku UMKM. Expo UMKM disiapkan di Venue Arjuna, sementara Festival Domba Batur turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan DCF 2026.

DCF juga menghadirkan Festival Kopi Dieng dan Jazz Atas Awan Showcase sebagai inovasi penyelenggaraan. Kegiatan tersebut menjadi ruang promosi kopi lokal sekaligus menghadirkan musisi jazz dari sejumlah daerah.

Aspek lingkungan turut menjadi perhatian penyelenggara melalui pemilahan dan pengolahan sampah di setiap venue. Pengelolaan tersebut dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup Banjarnegara dan Sekber Pecinta Alam Banjarnegara.

Melalui perpaduan tradisi, pariwisata, UMKM, produk lokal, dan kepedulian lingkungan, DCF 2026 diarahkan tidak hanya sebagai agenda budaya tahunan. Festival tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berbasis komunitas dan penguatan ekonomi masyarakat di kawasan Dieng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....