Semarak Lomba Antar TPQ, Desa Sampang Tunjukkan Semangat Generasi Qur'ani
- 25 Agt 2026 12:55 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Kebumen - Di tengah gempuran gawai dan media sosial yang kian menyita perhatian anak-anak, Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan berbasis TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an) masih memiliki tempat yang hidup di tengah masyarakat.
Hal ini yang melandasi digelarnya Lomba Antar TPQ yang diikuti oleh 3 TPQ se-Desa Sampang, yaitu TPQ Hikmatul Ihsan, TPQ Baiturrahman, dan TPQ Nurul Hikmah, sebuah kegiatan sederhana namun sarat makna, yang dilaksanakan di TPQ Hikmatul Ihsan, pada Minggu (23/8/2026)
Acara dibuka secara resmi oleh Tunis, yang hadir mewakili seluruh TPQ se-Desa Sampang. Dalam sambutannya, ia menitipkan harapan agar lomba ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan juga ruang silaturahmi dan penguatan semangat belajar bagi para santri.
“Kegiatan ini sangat relevan mengingat tantangan pendidikan keagamaan non-formal hari ini bukan lagi soal ketersediaan tempat belajar, melainkan soal bagaimana menjaga minat anak-anak agar tetap betah mengaji di tengah godaan hiburan digital yang jauh lebih instan,” ucapnya.
Yang menarik, kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni pembukaan dan lomba semata. Pihak Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sempor, Warisman,S.Pd.I.M.Pd turut hadir memberikan pengarahan terkait administrasi kelembagaan TPQ.
“Ini menjadi catatan penting, banyak TPQ di berbagai daerah masih berjalan secara swadaya tanpa pencatatan kelembagaan yang rapi, sehingga sulit mengakses bantuan, pembinaan, maupun pengakuan resmi dari pemerintah,” ungkap Warisman,S.Pd.I.M.Pd.
Arahan administratif semacam ini, meski terkesan teknis dan kurang menarik dibanding lomba itu sendiri, sesungguhnya adalah fondasi jangka panjang agar TPQ-TPQ di Desa Sampang dapat tumbuh lebih terorganisasi dan berkelanjutan.
Lomba yang mempertandingkan empat cabang berupa Musabaqah Tartil Qur'an, Mewarnai Asmaul Husna, Hafalan Doa Sehari-hari, dan Menyalin Huruf Hijaiyah, berlangsung meriah dan diikuti dengan antusias oleh para santri, disaksikan pengurus TPQ, wali santri, serta warga sekitar.

Semangat kompetisi yang sehat tampak menjadi daya tarik tersendiri, membuktikan bahwa metode belajar yang menyenangkan sesungguhnya masih efektif untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap ilmu agama, tanpa harus meninggalkan esensi pembelajaran itu sendiri.
Pada penghujung acara, panitia mengumumkan juara dari masing-masing cabang lomba: Juara 1, Juara 2, dan Juara 3. Para juara menerima trophy kejuaran, dan bingkisan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh KKN Kolaborasi Kelompok 107 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto ini sejatinya menyimpan pesan yang lebih besar dari sekadar perlombaan antar TPQ. Ia menjadi pengingat bahwa penguatan pendidikan agama di tingkat akar rumput tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.
Dibutuhkan sinergi antara tokoh masyarakat seperti Bapak Tunis, lembaga pemerintah seperti KUA, serta para pengurus TPQ dan wali santri, agar pendidikan keagamaan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang mengikuti tantangan zaman.
Ke depan, kegiatan semacam ini idealnya tidak berhenti sebagai acara tahunan yang bersifat seremonial, tetapi dapat dikembangkan menjadi program berkelanjutan misalnya dengan pendampingan administrasi TPQ secara berkala, pelatihan bagi para ustaz/ustazah pengajar, atau forum komunikasi antar TPQ se-kecamatan.
Dengan begitu, semangat yang terbangun dari satu hari perlombaan di Desa Sampang dapat terus terjaga, bukan sekadar menjadi kenangan dalam dokumentasi foto. (Najwa Shofwatul Maula)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....