Lomba Tradisional Jadi Cara Guru SMAN 1 Sigaluh Rayakan HUT RI
- 21 Agt 2026 09:51 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara - Meski beberapa waktu yang lalu perlombaan tradisional diwarnai berita duka karena jatuhnya pemain panjat pinang, namun antusiasme merayakan Pitulasan dengan permainan tradisional tetap tinggi. Tak hanya kalangan masyarakat desa, sekolah-sekolah juga menggelar aneka lomba bernuansa tradisional.
Seperti di SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara, Kamis 20 Agustus 2026, para guru melaksanakan kegiatan lomba tradisional yaitu tarik tambang dan juga estafet tampah.
Menggunakan dadung atau tambang besar, para guru laki-laki dan perempuan bekerjasama adu otot menarik tambang. Adu kuat ini tentu saja menjadi perhatian dan tontonan murid yang sangat menarik. Lebih heboh lagi saat diadakan lomba estafet tampah.
Tak hanya berbekal kecepatan dan kerjasama tim, lomba ini juga mengasah keseimbangan pesertanya. Karenanya tak jarang jika beberapa kali para pemain harus memungut tampahnya yang jatuh dari kepala.
Salah satu peserta Lailatul Hana mengungkapkan lomba membawa tampah di kepala bukanlah perkara mudah.
"Ini tidak mudah karena kita paling tahunya tampah ya untuk wadah tumpeng. Generasi kita kan milenial, masih tahu fungsi tampah namun sudah jarang berinteraksi memakainya. Paling tidak kita mengenalkan ke anak-anak tentang tampah dan fungsinya di masa lalu. Ini bagus untuk melatih keseimbangan otot bagian atas," jelas guru olahraga itu.
Salah satu siswa kelas XII Raisa mengungkapkan bahwa menonton permainan tradisional ternyata sangat seru.
"Kita senang melihat Bapak Ibu guru ikut berlomba. Apalagi ini permainan tradisional yang kadang di desa pun sudah jarang dimainkan. Kita senang ada kesetaraan antara guru dan murid, bareng-bareng kita merayakan Tujuhbelasan," ujar Raisa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....