Bus Sekolah Gratis Banyumas Jemput Pelajar, Tekan Risiko Kecelakaan di Jalan

  • 20 Agt 2026 09:49 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas terus mengembangkan layanan Bus Sekolah Gratis sebagai upaya mendekatkan akses pelajar menuju sekolah sekaligus meningkatkan keselamatan lalu lintas. Hal tersebut disampaikan Kepala UPTD Pengelola Sarana Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Muhammad Soleh Wibowo.

Soleh mengatakan program tersebut salah satunya dilatarbelakangi tingginya risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.

“Selain mendekatkan para siswa-siswi dengan sekolah, kita juga mengurangi angka kecelakaan di jalan. Tingkat angka kecelakaan di jalan yang dialami pelajar cukup tinggi,” ujarnya.

Menurut Soleh, sebagian pelajar belum memenuhi persyaratan untuk mengendarai kendaraan bermotor karena belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Karena itu, layanan bus sekolah diharapkan menjadi alternatif transportasi yang aman dan membantu orang tua tidak memberikan kendaraan kepada anak yang belum cukup umur.

Selain aspek keselamatan, keberadaan bus sekolah gratis juga diarahkan untuk membentuk kedisiplinan pelajar. Para siswa harus sudah bersiap di titik penjemputan sejak pagi, sekitar pukul 05.30 hingga 06.00 WIB, sehingga mereka dituntut untuk mengatur waktu agar tidak terlambat.

Bus sekolah juga dapat menjadi ruang interaksi antarpelajar dari sekolah maupun kelas yang berbeda. Bahkan, waktu perjalanan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar secara mandiri, seperti membaca maupun mengulas materi pelajaran yang akan diterima di sekolah.

Soleh menjelaskan, penentuan rute bus sekolah gratis dilakukan melalui survei dan koordinasi dengan instansi terkait. Survei mencakup kondisi ruas jalan yang akan dilalui, sekolah atau fasilitas pendidikan yang menjadi tujuan, serta pendataan calon pengguna layanan.

“Survei tersebut menentukan apakah wilayah tersebut layak dilalui layanan bus sekolah gratis atau tidak,” katanya.

Pertimbangan kondisi jalan menjadi penting karena armada bus yang digunakan memiliki ukuran medium dengan tinggi dan lebar tertentu, sehingga tidak semua ruas jalan dapat dilalui. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah mengoperasikan enam armada Bus Sekolah Gratis.

Dua armada medium melayani rute Kemawi–Somagede–Banyumas dan dua unit lainnya melayani rute Pasinggangan–Binangun–Banyumas. Sementara itu, satu armada jenis elf melayani rute wilayah Patikraja, mulai dari Karangendep, Karanganyar, Notog hingga Patikraja.

Adapun layanan yang baru beroperasi pada Agustus ini melayani rute Kalibagor–Suro–Sokaraja–Kaliori hingga Banyumas dengan menggunakan satu unit armada medium. Soleh berharap para pelajar dan orang tua dapat memanfaatkan layanan tersebut secara berkelanjutan, terutama bagi masyarakat yang wilayahnya telah masuk dalam cakupan rute Bus Sekolah Gratis.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM.

“Kami berpesan kepada orang tua, kalau wilayahnya dilewati dan dilayani bus sekolah gratis ini, silakan digunakan dan dimanfaatkan. Jangan memberikan kendaraan kepada putra-putrinya yang belum cukup umur untuk memiliki surat izin mengemudi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....