Siswa SDN 1 Kecitran Dapat Edukasi Pencegahan Bullying dari Mahasiswa KKN
- 17 Agt 2026 06:40 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto Kelompok 76 menyosialisasikan pencegahan perundungan atau bullying kepada siswa SD Negeri 1 Kecitran, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara.
Kegiatan yang menyasar siswa kelas IV, V, dan VI tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, serta cara mencegah dan menghadapi perundungan. Edukasi juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Kegiatan dihadiri Kepala SD Negeri 1 Kecitran Solikhin, S.Pd.SD., serta wali kelas IV, V, dan VI. Dukungan pihak sekolah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan edukasi pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.
Mahasiswa KKN Kelompok 76 menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, dampak terhadap korban, serta langkah yang dapat dilakukan siswa ketika mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan pendekatan tersebut, siswa diajak mengenali perilaku yang termasuk perundungan sekaligus memahami cara menyikapinya.
Selain mencegah tindakan perundungan, mahasiswa KKN juga mengajak siswa membangun hubungan pertemanan yang positif dengan saling menghargai, membantu, dan memberikan dukungan kepada teman. Siswa juga diarahkan untuk berani melaporkan tindakan perundungan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya.
Kepala SD Negeri 1 Kecitran Solikhin mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dilakukan mahasiswa KKN UIN Saizu Kelompok 76. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menambah pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan cara mencegah perundungan.
“ Kegiatan seperti ini sangat baik untuk menambah pemahaman dan kesadaran siswa mengenai bullying, baik dari segi bentuk, dampak, maupun cara mencegahnya. Kami berharap materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat saling menghargai, menjaga perasaan teman, dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain,” ujar Solikhin.
Ia berharap edukasi tersebut dapat diterapkan siswa, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, siswa semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Mahasiswa KKN Kelompok 76 berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat mendorong perubahan perilaku siswa. Pencegahan perundungan membutuhkan kepedulian seluruh warga sekolah untuk saling menjaga dan menghormati.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UIN Saizu Kelompok 76 dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....