Mahasiswa KKN UIN Saizu, Edukasi Siswa SD Anti Bullying
- 15 Agt 2026 10:08 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Suasana di SD Negeri 2 Somagede, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, mendadak hening dan haru. Sejumlah siswa meneteskan air mata ketika mengikuti sesi renungan dalam kegiatan Diseminasi Pencegahan Bullying yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 004 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program kerja Bidang Penggerak Umat tersebut berlangsung selama dua hari, Kamis (13/8/2026) untuk siswa kelas V dan VI, serta Jumat (14/8/2026) bagi siswa kelas III dan IV.
Diseminasi ini tidak sekadar menjadi ruang bagi mahasiswa KKN untuk menyampaikan materi tentang perundungan.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut membuka ruang aman bagi para siswa untuk memahami, merefleksikan, dan berani menyuarakan pengalaman yang mereka alami.Mengusung tema pencegahan bullying, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampaknya terhadap korban maupun pelaku.
Serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghadapi perundungan.Materi disampaikan dengan pendekatan partisipatif melalui pemaparan, diskusi interaktif, tanya jawab, pemutaran video edukatif, hingga sesi renungan.
Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi setelah mahasiswa KKN menayangkan video edukatif yang menggambarkan dampak perundungan terhadap kehidupan seorang anak.
Peserta kemudian diajak mengikuti sesi renungan. Mereka diminta merefleksikan perkataan, sikap, dan tindakan yang pernah dilakukan maupun dialami selama berada di lingkungan sekolah.
Suasana yang sebelumnya dipenuhi antusiasme siswa perlahan berubah menjadi hening. Beberapa siswa tampak meneteskan air mata setelah memahami pesan yang disampaikan dalam video dan renungan tersebut.
Ketika mahasiswa KKN memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi pengalaman, sejumlah peserta mengaku pernah menjadi korban bullying.
Pengakuan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam kegiatan. Di balik aktivitas belajar sehari-hari, ternyata terdapat siswa yang pernah mengalami perundungan namun memilih memendam pengalaman tersebut.
Respons siswa itu bahkan melampaui ekspektasi tim pelaksana. Kegiatan yang semula dirancang sebagai sarana edukasi tentang pencegahan bullying berkembang menjadi ruang bagi siswa untuk membangun keberanian dalam bersuara.
Mahasiswa KKN tidak hanya mengajak siswa mengenali bentuk-bentuk bullying, tetapi juga menanamkan pemahaman bahwa korban tidak harus menghadapi perundungan seorang diri. Siswa didorong untuk berani mengatakan tidak terhadap tindakan perundungan dan melaporkannya kepada orang dewasa yang dipercaya.
Koordinator Bidang Penggerak Umat KKN Reguler 004, Khoirrurrozikin, mengatakan pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui materi, tetapi perlu menyentuh sisi emosional peserta didik agar nilai yang diberikan dapat benar-benar dipahami dan diterapkan.
“Bullying sering kali dianggap sebagai candaan, padahal dapat meninggalkan dampak psikologis yang mendalam bagi korbannya. Melalui diseminasi ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami bentuk dan dampak bullying, tetapi juga memiliki keberanian untuk berkata tidak terhadap perundungan, berani melaporkan apabila melihat atau mengalaminya, serta membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Untuk memperkuat keberlanjutan program, mahasiswa KKN Reguler 004 juga menghadirkan Poster Anti Bullying dan Bingkai Photobooth Anti Bullying sebagai luaran kegiatan. Poster dipasang di sejumlah titik strategis sekolah sebagai media edukasi bagi warga sekolah untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menolak segala bentuk perundungan.
Sementara itu, Bingkai Photobooth Anti Bullying menjadi media kampanye kreatif yang mengajak siswa menyatakan komitmen bersama untuk mendukung terciptanya sekolah yang ramah anak dan bebas bullying.
Kepala SD Negeri 2 Somagede, Tien Agus Sulis, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi mahasiswa KKN Reguler 004 UIN Saizu tersebut.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Reguler 004 UIN Saizu atas terselenggaranya kegiatan ini. Materi disampaikan dengan pendekatan yang menarik sehingga mudah dipahami oleh siswa.m,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....