Mahasiswa KKN UIN Saizu Ubah Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

  • 13 Agt 2026 07:10 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga – Minyak jelantah yang selama ini kerap berakhir di tempat sampah atau dibuang begitu saja, di tangan mahasiswa KKN Kelompok 62 Desa Karanggedang justru diubah menjadi produk yang bernilai guna.

Sebanyak 40 ibu rumah tangga di Desa Karanggedang, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, diajak belajar mengolah limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi melalui workshop yang digelar Selasa – Rabu ( 11–12/8/ 2026) di Aula Balai Desa Karanggedang.

Kegiatan yang menjadi salah satu program unggulan KKN 062 tersebut dilaksanakan selama dua hari dengan peserta yang dibagi berdasarkan wilayah dusun.Hari pertama, workshop diikuti masing-masing 10 ibu dari Dusun 3 dan Dusun 4. Sementara pada Rabu (12/8), giliran 10 ibu dari Dusun 1 dan 10 ibu dari Dusun 2 mengikuti kegiatan.

Koordinator Desa KKN 062, Kukuh Prima Danu, mengatakan workshop tersebut merupakan salah satu program unggulan kelompoknya yang diarahkan untuk memberikan edukasi sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat.

“Karena ini merupakan salah satu program unggulan dari kelompok KKN 62,” ujar Kukuh.

Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Desa Karanggedang. Sekretaris Desa berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat memberikan manfaat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mengapresiasi, semoga ilmunya bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN 062, Yusuf Heriyanto M.Kom., menekankan bahwa kegiatan KKN tidak sebatas pembangunan fisik. Mahasiswa juga dituntut mampu melihat potensi serta kebutuhan yang ada di tengah masyarakat.

“KKN zaman sekarang itu bukan hanya berbentuk fisik, tapi juga melihat potensi desa itu,” katanya.

Memasuki sesi utama, anggota KKN 062, Nadea Indah Franesthi, memberikan materi mengenai minyak jelantah dan berbagai kemungkinan pemanfaatannya. Salah satunya dengan mengolah limbah tersebut menjadi lilin aromaterapi.

“Minyak jelantah adalah limbah yang sering dibuang,” jelas Nadea.

Peserta kemudian diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan lilin aromaterapi. Mulai dari menyiapkan wadah dan sumbu hingga mengolah minyak jelantah menjadi lilin.

Suasana workshop pun berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi turut mencoba setiap tahapan yang diarahkan pemateri. “Sangat menarik,” kata Siti, salah seorang peserta

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....