Dari Sampah Jadi Tabungan, Siswa SMPN 1 Susukan Didorong Peduli Lingkungan
- 15 Agt 2026 10:08 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara: Upaya meningkatkan kesadaran generasi muda dalam menjaga kebersihan lingkungan terus dilakukan melalui edukasi pengelolaan sampah. Kelompok KKN 087 UIN Saizu bersama Puskesmas Susukan 2 menggelar sosialisasi pengelolaan sampah melalui bank sampah di SMPN 1 Susukan, Banjarnegara.
Kegiatan tersebut memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya. Materi disampaikan oleh Setyo Widodo, S.ST., M.Si., dari Puskesmas Susukan 2, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara.
Dalam pemaparannya, Setyo menjelaskan bahwa kondisi lingkungan memiliki kaitan erat dengan derajat kesehatan masyarakat. Berdasarkan teori H.L. Blum, faktor lingkungan memiliki peran sebesar 40 persen, sedangkan perilaku berkontribusi 30 persen terhadap derajat kesehatan.
“Lingkungan yang bersih dan sehat sangat menentukan derajat kesehatan masyarakat kita dan akan sangat menentukan kualitas generasi depan dan daya saing bangsa kita,” ujar Setyo dalam materi sosialisasinya.
Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Pengelolaan tersebut perlu dilakukan secara terpadu, mulai dari mengurangi sampah, memilah, menggunakan kembali, hingga mendaur ulang.
Kenalkan Bank Sampah kepada Siswa
Dalam sosialisasi tersebut, siswa juga diperkenalkan dengan konsep bank sampah sekolah. Bank sampah merupakan program pengelolaan sampah anorganik yang menerapkan sistem tabungan. Sampah seperti plastik, kertas, dan logam yang memiliki nilai ekonomi dapat dipilah, disetorkan, ditimbang, kemudian dicatat sebagai tabungan siswa.
Setyo menjelaskan, keberadaan bank sampah di sekolah memiliki beberapa tujuan. Di antaranya memberikan edukasi lingkungan, mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir, serta membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia sekolah.
“Melalui bank sampah, siswa tidak hanya diajarkan membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga belajar memilah dan melihat bahwa sampah tertentu masih memiliki nilai ekonomi,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam sosialisasi.
Adapun sampah yang dapat dikumpulkan melalui bank sampah sekolah meliputi botol dan kemasan plastik, buku atau kertas bekas, kardus, koran, hingga kaleng dan logam ringan. Mekanisme pengelolaannya dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni pemilahan sampah dari rumah atau kelas, penyetoran sesuai jadwal, penimbangan dan pencatatan oleh petugas, kemudian sampah yang terkumpul dijual secara berkala kepada pengepul.
Bentuk Kepedulian dari Lingkungan Sekolah
Program bank sampah dinilai tidak hanya memberikan manfaat bagi kebersihan sekolah, tetapi juga dapat menjadi sarana pendidikan karakter. Siswa dibiasakan untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan sekaligus memahami prinsip pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Materi juga mengenalkan prinsip 4R, yakni Reduce atau mengurangi penggunaan barang, Reuse atau menggunakan kembali barang, Recycle atau mendaur ulang. Serta Replace atau mengganti barang sekali pakai dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan siswa SMPN 1 Susukan dapat menjadi bagian dari perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Pesan yang ditekankan dalam kegiatan ini sederhana, tetapi penting sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang.
Dengan pemilahan dan pengelolaan yang tepat, sampah dapat dikurangi, dimanfaatkan kembali, bahkan memiliki nilai ekonomi. Kegiatan sosialisasi ditutup dengan penguatan pesan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yakni “Lebih Bersih, Lebih Sehat”, sebagai ajakan untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat melalui kepedulian terhadap lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....