Pekan QRIS Nasional 2026, BI Purwokerto Dorong QRIS Jadi Bagian dari Keseharian Mas

  • 13 Agt 2026 16:16 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto mendorong masyarakat di wilayah Banyumas Raya untuk semakin terbiasa menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam aktivitas transaksi sehari-hari. Upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian Pekan QRIS Nasional 2026 yang berlangsung pada 11 hingga 17 Agustus 2026.

Dalam Obrolan Warung Tarsun Pro 1 RRI Purwokerto edisi Rabu (12/8/2026) bersama Kepala KPwBI Purwokerto, Surdiyono, yang mengatakan Pekan QRIS Nasional 2026 diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari edukasi QRIS, onboarding merchant, showcase, hiburan, hingga perlombaan. Kegiatan tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk mahasiswa, ASN, pelajar, pelaku UMKM, hingga pengurus masjid.

Menurutnya, edukasi QRIS telah dilakukan kepada mahasiswa melalui kerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman. Edukasi tersebut menyasar sekitar 9.500 mahasiswa baru. Selain itu, BI Purwokerto juga melakukan edukasi kepada UMKM, ASN, pelajar, serta takmir masjid di wilayah Banyumas Raya. QRIS dinilai memberikan kemudahan karena masyarakat cukup menggunakan satu kode untuk berbagai metode pembayaran. Dengan demikian, konsumen tidak perlu menggunakan QR berbeda dari setiap bank atau penyedia layanan pembayaran.

Analis Yunior KPwBI Purwokerto Ana N. Faizah, menjelaskan QRIS merupakan standar kode pembayaran yang memungkinkan transaksi dilakukan melalui berbagai bank maupun metode pembayaran.

“Dengan adanya QRIS itu memudahkan kita untuk bertransaksi. Jadi tadi transaksinya lebih aman, lebih tercatat,” jelas Ana.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan biaya tambahan ketika menggunakan QRIS untuk transaksi UMKM di bawah Rp500 ribu. Menurutnya, transaksi dengan nominal tersebut tidak dikenakan biaya Merchant Discount Rate (MDR) bagi UMKM.

Selain kemudahan transaksi, BI Purwokerto juga memperluas pemanfaatan QRIS untuk kegiatan sosial. Salah satunya melalui edukasi kepada pengurus masjid agar pembayaran zakat, infak, dan sedekah dapat dilakukan secara digital. Sistem tersebut dinilai dapat membantu transaksi tercatat dengan lebih jelas sekaligus memudahkan masyarakat yang berada di luar daerah untuk menyalurkan donasi.

Dalam rangka Pekan QRIS Nasional 2026, BI Purwokerto juga memberikan sejumlah insentif. Masyarakat yang membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menggunakan QRIS di sejumlah wilayah mendapatkan minyak goreng satu liter. Sementara itu, terdapat pula promo untuk transportasi dan desa wisata selama rangkaian Pekan QRIS berlangsung.

Dari sisi perkembangan transaksi, penggunaan QRIS di wilayah kerja KPwBI Purwokerto menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Juni 2026, volume transaksi QRIS disebut telah mencapai sekitar 112,5 juta transaksi, sedangkan jumlah merchant mencapai sekitar 627 ribu. Meski terus berkembang, BI mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati terhadap potensi kejahatan digital. Masyarakat diminta memastikan QRIS yang dipindai merupakan kode yang benar dan sesuai dengan tujuan pembayaran.

Ana menekankan pentingnya prinsip “peduli, kenali, adukan” dalam melindungi konsumen. “Kalau ragu, stop dulu,” tegasnya, seraya mengingatkan masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan transaksi mencurigakan.

Ke depan, BI Purwokerto menargetkan QRIS tidak hanya dikenal masyarakat, tetapi benar-benar menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Pemanfaatannya akan terus didorong di berbagai sektor, mulai dari pasar, transportasi, pariwisata, pendidikan, hingga layanan pemerintah. (Safira)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....