Pelajar Banyumas Belajar Langsung Lukis Sokarajaan di Taman Budaya Soetedja

  • 12 Agt 2026 19:38 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Puluhan pelajar SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Banyumas mengikuti Workshop Lukis Sokarajaan di Taman Budaya Soetedja, 12-13 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal karakter lukisan khas Sokaraja melalui pembelajaran dan praktik secara langsung.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas Amyati mengatakan, workshop dirancang untuk meningkatkan minat, bakat, dan kreativitas peserta dalam mengenal seni lukis Sokarajaan. Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga kesempatan menuangkan pemahaman mereka langsung ke atas kanvas.

Menurutnya, karya yang dihasilkan selama dua hari workshop akan menjadi bagian dari pameran dalam Festival Budaya Taman Sutedja pada Oktober 2026.

"Harapannya nanti hasil karya yang dilalui ini bisa ditampilkan di Festival Budaya Taman Sutedja pada bulan Oktober," ujar Amyati kepada RRI, Rabu (12/8/2026).

Selama workshop, peserta mendapatkan pendampingan dari dua narasumber, yakni Zen Ahmad dan Tomas Sudoro Yekti dari Ikatan Pelukis Banyumas. Peserta juga memperoleh perlengkapan melukis untuk mendukung proses praktik.

Narasumber dari Ikatan Pelukis Banyumas, Zen Ahmad, mengatakan peserta perlu memahami karakter visual yang menjadi identitas lukisan Sokarajaan. Salah satunya terlihat dari penggambaran langit dengan warna biru dan putih serta penggunaan objek gunung, sawah, dan sungai.

Ia menjelaskan, objek tersebut tidak sekadar menjadi unsur visual. Gunung menggambarkan keagungan Tuhan, sawah atau padi merepresentasikan kemakmuran, sedangkan sungai menggambarkan rezeki yang terus mengalir.

Zen berharap pelajar yang mengikuti workshop dapat mengenal karakter tersebut sekaligus mengembangkan kemampuan mereka dengan tetap mempertahankan identitas lukisan Sokarajaan.

"Teman-teman pelukis muda, baik pelajar maupun yang sudah tidak di bangku sekolah, saya harap bisa melestarikan lukisan ini karena lukisan khas Sokaraja berbeda dengan lukisan yang ada di daerah lain," katanya.

Salah satu peserta, Jihad Fais Sugiarto dari MAN 2 Banyumas, mengaku antusias mengikuti workshop. Ia mengatakan kegiatan tersebut memberinya kesempatan untuk belajar sekaligus bertemu dengan peserta lain yang memiliki ketertarikan pada seni lukis.

Jihad sendiri telah mengenal seni lukis sejak usia dini. Ia mengikuti kegiatan tersebut karena ingin mengembangkan kemampuan yang selama ini menjadi hobinya.

"Harapannya semoga bisa improve, skill-nya meningkat, terus memperluas relasi," ujar Jihad.

Plt. Kepala Dinporabudpar Banyumas, Junaidi, mengatakan workshop tersebut menjadi salah satu bentuk upaya menjaga keberadaan lukisan Sokarajaan sebagai bagian dari warisan budaya Banyumas. Menurutnya, regenerasi perlu dilakukan dengan melibatkan anak muda yang memiliki minat dan bakat di bidang seni lukis.

"Harapan kami dari workshop ini nanti akan lahir generasi-generasi penerus, khususnya pelukis-pelukis ala Sokarajaan," kata Junaidi.

Junaidi menambahkan, pelestarian lukisan Sokarajaan tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan kesenian, tetapi juga dapat diarahkan menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif di Banyumas.

"Kami juga ingin agar para pelukis itu nanti ke depan ini bisa menjadi ekonomi kreatif, menjadi ekosistem ekonomi kreatif tersendiri di Kabupaten Banyumas yang bisa menghidupi para pelukis," ujarnya.

Workshop yang berlangsung selama dua hari tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi peserta sekaligus memperluas ketertarikan generasi muda terhadap seni lukis khas Banyumas. Karya peserta selanjutnya akan dipersiapkan untuk ditampilkan dalam Festival Budaya Taman Sutedja pada Oktober 2026. (Ilham Falih Qushoyyi).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....